WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Langkah debut YouTuber sekaligus personel Weird Genius, Reza Arap, di kursi sutradara lewat film Harusnya Horror diwarnai momen emosional.
Di balik antusiasme perilisan karya perdananya, Reza dengan tegas menepis tuduhan miring yang menyebut dirinya memanfaatkan kabar duka sang kekasih sekaligus pemeran utama film tersebut, mendiang Lula Lahfah, untuk kepentingan komersialisasi promosi.
Atmosfer haru sekaligus tegas menyelimuti gelaran konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).
Pria bernama lengkap Reza Oktovian itu menegaskan bahwa film Harusnya Horror memang didedikasikan penuh untuk almarhumah.
Namun, ia menyayangkan munculnya spekulasi bahwa rasa hormat tersebut dipolitisasi sebagai gimik pemasaran.
Baca juga: Digosipkan Dekat dengan Reza Arap, Caitlin Halderman Tersipu Malu saat Disindir Denny Sumargo
Menolak Komersialisasi Kehilangan
Reza mengaku heran terhadap narasi liar yang berkembang.
Menurutnya, mengabaikan keberadaan Lula dalam film justru akan menjadi bentuk pengkerdilan terhadap karya almarhumah yang sejak awal memegang peran sentral.
"Harusnya kalau enggak disebut pun kayaknya terlalu bias ya kalau misalnya gua bilang atau menganggap dia tidak ada gitu, karena kan memang ada dia sebagai salah satu pemeran utama," ujar Reza.
"Terus kalau misalnya enggak dianggap ada, terus harus diapa-apain gitu? Bingung juga sama orang-orang yang mikir jadiin ini buat sorry ya... gimmick, jualan," lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa batas antara penghormatan dan eksploitasi sangat jelas.
Baik dirinya maupun tim produksi tidak pernah menyentuh ranah mengglorifikasi duka demi menarik perhatian publik.
Baca juga: Penjelasan Puslabfor Polri soal Bercak Darah di Kamar Lokasi Meninggalnya Lula Lahfah
Bukti di Catatan Produksi
Guna membuktikan integritasnya, Reza bahkan menantang siapa pun untuk memeriksa riwayat proses syuting.
Segala rekam jejak digital hingga lembar jadwal (call sheet) yang tersimpan di ponselnya menjadi bukti bahwa tidak ada sedikit pun agenda promosi yang memanfaatkan kepergian Lula.
Sikap konsisten ini dibuktikan langsung sepanjang rangkaian promosi.
Reza dan seluruh tim memilih untuk membatasi diri dan sengaja tidak mengangkat topik duka saat berhadapan dengan awak media.
"Makanya dari tadi kita pas press conference enggak membahas soal itu," pungkas Reza.
Warisan Karya Kebersamaan
Film Harusnya Horror yang diproduksi oleh Essjay Production tidak hanya menjadi penanda penting perjalanan karir Reza Arap sebagai sutradara dan aktor, tetapi juga menjadi momen nostalgia karya terakhir almarhumah Lula Lahfah di layar lebar.
Film ini turut dimeriahkan oleh jajaran anggota AAA Clan, di antaranya George Tierison (Jot), Garry Ang, Yuka Theo, King Aloy, Bravyson Vconk, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), serta Teguh Prakoso (Tepe).
Kisah horor penuh dinamika ini dijadwalkan menyapa seluruh penikmat bioskop Tanah Air mulai 20 Agustus 2026.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.