Grid.ID - Derby Romero mengaku memiliki pertimbangan yang cukup selektif dalam memilih proyek film. Bukan semata-mata karena ingin menjaga eksistensi sebagai aktor, Derby justru ingin memastikan setiap proyek yang dijalaninya memiliki kedekatan dengan hal yang memang ia sukai. Salah satu genre yang secara khusus mendapat tempat di hatinya adalah horor.
Kecintaan Derby terhadap film horor bahkan sudah berlangsung cukup lama. Ia bukan hanya gemar menyaksikan film dengan genre tersebut, tetapi juga berani membawa ketertarikannya ke belakang layar. Derby diketahui pernah menyutradarai film bergenre horor sebagai film panjang pertamanya sebagai sutradara.
“Gua enggak, gua enggak penakut, tapi karena memang gua doyan banget nonton horor. Even gua nge-direct aja film pertama gua nge-direct horor. Karena gua suka horor,” ujar Derby Romero di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (12/8/2026).
Horor bagi Derby bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, genre tersebut justru menjadi salah satu jenis film yang paling ia nikmati. Karena itu, ketika mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam film horor, Derby melihatnya tidak hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan minat pribadinya.
Kecintaannya terhadap horor juga terlihat dari pilihannya ketika pertama kali duduk di kursi sutradara. Derby memilih film horor sebagai proyek penyutradaraan pertamanya. Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa ketertarikannya terhadap genre horor tidak berhenti pada posisi sebagai penonton.
Hal tersebut sekaligus menjadi salah satu alasan Derby mengakui dirinya cukup picky dalam memilih film. Selektif, menurutnya, bukan berarti dirinya enggan menerima tawaran pekerjaan. Namun, sebagai aktor, ia merasa penting untuk mempertimbangkan apakah proyek yang datang benar-benar memiliki sesuatu yang ingin ia perjuangkan.
“Dan kalau dibilang picky mungkin termasuk picky gitu karena karena gua pencinta horor jadi gua ya gimana ya? Sebagai aktor juga pastikan lo pengin menjalankan sesuatu yang justru lo cinta dan lo suka ya kan? Dan memang gua suka sama Di Ambang Kematian gitu,” katanya.
Di balik keputusan Derby untuk menerima sebuah proyek, ada satu hal yang menurutnya memiliki posisi paling penting yaitu cerita.
Derby menilai cerita merupakan fondasi utama dalam sebuah film. Sebagus apa pun sebuah karakter atau sebesar apa pun sebuah proyek, ia tetap akan mempertimbangkan bagaimana cerita tersebut dibangun dan apa yang ingin disampaikan melalui film itu.
“Lebih ke kalau gua jujur yang pertama pasti adalah cerita sih. Gua ngerasa kayaknya itu yang utama,” ujar Derby.
Menurutnya, ketika sebuah cerita memiliki daya tarik yang kuat, aktor akan memiliki alasan lebih besar untuk memberikan kemampuan terbaiknya. Cerita yang menarik juga dapat menjadi pintu masuk bagi aktor untuk memahami karakter yang akan dimainkan.
Derby bahkan memiliki keyakinan bahwa karakter pada akhirnya akan “mencari” aktornya. Artinya, kecocokan antara seorang aktor dengan karakter tidak selalu harus dipaksakan. Ada kalanya karakter tertentu memang terasa begitu sesuai dengan seorang aktor sehingga proses pendalaman peran dapat berjalan lebih natural.
Meskipun cerita menjadi pertimbangan pertama, bukan berarti Derby mengesampingkan karakter. Justru, setelah melihat cerita, ia akan mempertimbangkan peran yang ditawarkan kepadanya.
Sebagai aktor, kesempatan untuk memainkan karakter yang menarik menjadi bagian penting dari proses pemilihan proyek. Karakter memberi ruang bagi aktor untuk mengeksplorasi kemampuan akting sekaligus mencoba sesuatu yang mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya.
Derby memahami bahwa setiap peran memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, ia ingin memastikan karakter yang dipilihnya tidak hanya menarik di atas kertas, tetapi juga memiliki hubungan yang kuat dengan keseluruhan cerita.
Selain cerita dan karakter, Derby juga memiliki pertimbangan lain yang tidak kalah penting, yakni hubungan kerja dengan sutradara. Ia merasa seorang aktor perlu memiliki chemistry dengan sutradara. Menurut Derby, hubungan tersebut akan sangat menentukan bagaimana proses kreatif berlangsung selama produksi.
“Itu dulu sih pertama gua. Maksudnya karena gua ngerasa sebagai aktor tuh memang harus bisa ada chemistry sama sutradara,” tutur Derby.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.