TRIBUNJAMBI.COM - Kemacetan ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Jambi masih terjadi hingga saat ini.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Selatan (Sumsel) menilai percepatan pembangunan Tol Palembang–Jambi harus dilakukan.
Diketahui Jalan Tol Palembang-Jambi masuk ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Saat ini di ruas jalan Palembang-Betung sedang ada pekerjaan pengecoran jalan, kondisi ini menyebabkan kemacetan panjang hingga puluhan jam.
Terbaru, pengerjaan peningkatan ruas jalan dengan mengecor jalan di KM 14 memicu kemacetan panjang selama berhari-hari.
Pihak kepolisian memberlakukan sistem buka tutup, karena satu jalur dalam tahap pengecoran.
Ketua Apindo Sumsel, Zewwy Salim, mengatakan pembangunan tol tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengurai kemacetan, tetapi juga menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing dunia usaha.
Menurutnya, kemacetan yang terjadi di sejumlah titik—salah satunya di KM 14 akibat pekerjaan pengecoran jalan—memberikan dampak langsung terhadap aktivitas para pelaku usaha.
Baca juga: Cara Blokir Iklan di HP Android, Iklan Kerap Muncul Tiba-tiba dan Mengganggu
Baca juga: Daftar 54 Calon Paskibraka Provinsi Jambi 2026, Nama dan Asal Sekolah
"Waktu tempuh menjadi lebih panjang, konsumsi bahan bakar meningkat, biaya operasional kendaraan bertambah, serta pengiriman barang dan jasa berpotensi mengalami keterlambatan," ujar Zewwy kepada Tribunsumsel.com, Rabu (12/8/2026).
Kemacetan panjang ini membawa dampak langsung pada pelaku usaha.
Yakni membengkaknya biaya operasional karena harus menambah ongkos perjalanan, biaya BBM, serta kerugian waktu.
Selain itu, kelancaran distribusi juga tersendat yang berdampak pada keterlambatan pengiriman barang sampai ke konsumen.
"Apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, maka akan meningkatkan beban biaya bagi pelaku usaha dan pada akhirnya dapat memengaruhi daya saing," tambahnya.
Apindo Sumsel sangat mendukung percepatan penyelesaian pembangunan Tol Palembang–Jambi.
Selain percepatan pembangunan, Zewwy berharap selama proses pengerjaan berlangsung, pengaturan lalu lintas dan rekayasa jalan dapat dilakukan secara maksimal.
Hal tersebut dinilai penting agar dampak pekerjaan konstruksi terhadap masyarakat maupun aktivitas dunia usaha dapat diminimalkan.
"Pada intinya, bagi Apindo, infrastruktur yang baik bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi strategis untuk menurunkan biaya logistik, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing ekonomi Sumatera Selatan," pungkasnya. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Breaking News Pembobol BBM Subsidi di Kota Jambi Pakai Banyak Barcode Dihukum 7 Bulan Penjara
Baca juga: Cara Blokir Iklan di HP Android, Iklan Kerap Muncul Tiba-tiba dan Mengganggu
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.