Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Semen masih langka di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, hingga Senin  (10/8/2026).

Meski pasokan mulai masuk dalam dua hari terakhir, stok di tingkat pedagang belum merata dan harga jual masih mencapai Rp 80.000 per sak.

Harga tersebut masih jauh di atas harga normal semen yang sebelumnya berada di kisaran Rp 55.000 hingga Rp 60.000 per sak.

Sejumlah pedagang di Aceh Utara dan Lhokseumawe mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan.

Bahkan, beberapa toko hingga Senin masih belum memiliki stok semen untuk dijual kepada konsumen.

Sementara pedagang yang sudah mendapatkan pasokan mengatakan jumlahnya masih terbatas dan belum mampu memenuhi permintaan masyarakat.

Salah seorang pedagang semen di Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Rahmat mengatakan persediaan semen mulai tersedia dalam dua hari terakhir.

“Stok sudah ada dalam dua hari ini. Namun harganya masih Rp 80.000 per sak, informasi nanti malam ada pasokan, tapi belum pasti,” ujar Rahmat, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: PT SBA Perpanjang Jam Kerja demi Atasi Kelangkaan Semen di Aceh

Menurut Rahmat, kenaikan harga tersebut terjadi karena harga pembelian dari pemasok juga masih tinggi.

“Karena harga beli mahal, maka harga jual mahal. Penyebab pastinya saya juga tidak tahu,” ujarnya.

Adnan, pedagang semen di Kecamatan Samudera, Aceh Utara, mengatakan hingga Senin stok Semen Andalas masih kosong di tokonya.

Karena belum mendapatkan pasokan, ia mengaku belum dapat memastikan harga jual Semen Andalas saat ini.

“Untuk Semen Andalas sampai hari ini masih kosong, sehingga saya tidak bisa memastikan harganya,” kata Adnan.

Sementara itu, Ridwan, pedagang semen di Keude Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, juga mengatakan stok semen hingga Senin masih kosong.

Kondisi tersebut membuat dirinya belum mengetahui secara pasti harga pasaran semen saat ini.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Aceh Utara, Khusairi, mengatakan pasokan semen mulai tersedia dalam dua hari terakhir.

Namun, menurutnya, harga semen masih tinggi.

“Kemarin saya beli Rp 85 ribu di Lhokseumawe, kemungkinan Aceh Utara juga demikian,” kata Khusairi.

Ia berharap kondisi tersebut segera ditindaklanjuti sehingga harga semen dapat kembali stabil dan tidak semakin membebani masyarakat.

“Kita harapkan kepada Disperindag Aceh untuk dapat menindaklanjuti sehingga harga semen bisa stabil dan tidak memberatkan masyarakat, karena Disperindag Aceh kewenangannya lebih besar,” ujarnya.

Khusairi mengatakan pihaknya juga telah meminta PT Semen Andalas di Banda Aceh untuk menambah produksi guna memenuhi kebutuhan semen di Aceh.

Selain itu, pihaknya meminta agar harga jual di tingkat distributor dapat ditertibkan.

“Termasuk menertibkan harga jual. Karena harga jual di pabrik tidak naik. Untuk itu, kami harap distributornya ditertibkan, agar harga jual tetap normal,” pungkasnya.

Sebelumnya, selama sekitar sebulan terakhir semen mengalami kelangkaan di sejumlah daerah di Aceh.

Kondisi tersebut membuat masyarakat dan pengusaha properti menunda pembangunan karena sulit mendapatkan bahan bangunan tersebut.

Saat kelangkaan terjadi, harga semen bahkan sempat melonjak hingga Rp 120.000 per sak, dari harga normal sekitar Rp 60.000 per sak.

Kini harga mulai turun dibandingkan saat puncak kelangkaan, tetapi masih berada di kisaran Rp 85.000 per sak.(*)

 
 
 

 
 
 

 
 
 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.