Liputan6.com, Jakarta - Gujarat mencatat 217 kasus suspek virus Chandipura. Dari angka itu, 39 kasus positif terinfeksi virus Chandrapura dengan 23 kematian berdasarkan data Departemen Kesehatan Gujarat periode 30 Juni hingga 8 Agustus 2026.


Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena sebagian besar kasus yang terdampak merupakan anak-anak di bawah 15 tahun seperti mengutip Mint, Senin (10/8/2026).


Bagi masyarakat Indonesia, nama virus ini terdengar asing. Epidemiolog Dicky Budiman menyatakan bahwa sebenarnya virus ini bukanlah virus baru. Chandipura pertama kali teridentifikasi sejak 1965 saat investigasi wabah serupa di wilayah Maharashtra, India. 


“Ini bukan virus baru. Candhipura virus ini sudah ada sejak 1965. Pertama kali memang diidentifikasi di India,” jelasnya kepada Liputan6.com.


Dicky menjelaskan bahwa virus ini bukanlah patogen baru di dunia medis, sehingga peningkatan kasus yang terjadi disebut sebagai wabah yang muncul kembali atau re-emerging outbreak.


“Jadi, yang baru itu lonjakannya. Maksudnya, kejadian wabahnya, di waktu dan lokasi tertentu,” kata Dicky. 


Seiring dengan laporan pada rentang 2024-2026, penularan tersebut terjadi di pusat penularan berada di Gujarat dan Rajasthan. 



Faktor Pemicu


Dicky menuturkan munculnya wabah virus ini dipengaruhi oleh kombinasi sejumlah faktor. Salah satunya adalah musim monsun yang dapat meningkatkan populasi vektor seperti sand fly atau lalat pasir. Faktor lainnya dapat berupa kondisi ekologis lingkungan setempat seperti kepadatan vektor dan kemungkinan reservoir (inang) hewan. 


Selain itu, Chandipura diketahui utamanya menyerang populasi anak-anak dan dapat memicu sindrom ensefalitis atau peradangan pada otak. 


Virus ini memiliki case fatality rate (CFR) sekitar 63 persen pada kasus yang saat ini ada di Gujarat. Angka tersebut belum tentu menggambarkan tingkat kematian Chandipura secara keseluruhan tapi tetap menjadi perhatian karena karakter penyakit ini berdampak fatal pada anak-anak.


“Angka itu tetap sangat serius dan konsisten dengan karakter penyakit ini yang memang dikenal dapat menyebabkan fatal ensefalitis pada anak,” katanya.


Dicky juga menjelaskan bahwa Chandipura merupakan penyakit yang ditularkan melalui vektor arthropoda, terutama sand flies yang kemudian dikaitkan dengan nyamuk dan kutu.


Sementara penularan langsung dari orang ke orang bukan merupakan jalur utama penyebaran virus ini.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.