Liputan6.com, Jakarta - Jessica Mila menjadi sorotan setelah diketahui berlibur ke Pulau Padar, Labuan Bajo, saat kawasan tersebut tengah ditutup untuk wisatawan karena kondisi cuaca buruk. Jessica bersama keluarga dan rombongannya diketahui mengunjungi kawasan tersebut, kemudian membagikan momen liburannya melalui Instagram Story pada Minggu (9/8/2026).
Pulau Padar sendiri ditutup sementara untuk aktivitas wisata pada 6-10 Agustus 2026. Sorotan kemudian muncul karena waktu kunjungan Jessica Mila bertepatan dengan periode penutupan tersebut. Menanggapi hal itu, Jessica akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan Instagram pada Senin (10/8/2026) malam.

Dalam keterangannya, Jessica menegaskan bahwa dirinya dan keluarga selalu mengutamakan keamanan serta keselamatan selama bepergian. Terlebih, dalam perjalanan tersebut terdapat anak-anak, termasuk putrinya, Kyarra.
Menurut Jessica, keputusan terkait rute perjalanan sepenuhnya diserahkan kepada kapten kapal karena aspek keamanan dan keselamatan menjadi tanggung jawab kapten.

Jessica juga meluruskan anggapan bahwa dirinya dan rombongan sengaja mengabaikan larangan berlayar menuju Pulau Padar. Ia mengaku sejak awal tidak mendapatkan pemberitahuan dari kapten kapal mengenai adanya larangan untuk berlayar ke Pulau Padar.
"Perlu aku luruskan bahwa sejak awal TIDAK ada pemberitahuan dari Captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar," tulis Jessica Mila. Ia menyebut selama perjalanan juga melihat banyak kapal lain serta wisatawan yang bersandar dan naik ke Pulau Padar. Menurutnya, kondisi cuaca saat itu juga relatif baik.

Jessica menegaskan, apabila sejak awal mengetahui adanya larangan berlayar akibat cuaca buruk, ia dan keluarga tidak akan mengambil risiko. "Tentunya aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan keluarga kami dengan tetap berangkat, dan pasti kami akan menunda keberangkatan kami," ujarnya.
Ia juga menyampaikan empati kepada wisatawan maupun agen perjalanan yang harus menunda pelayaran dan mengalami kerugian akibat adanya surat edaran terkait kondisi cuaca dari DJPL. Namun, Jessica membantah tudingan bahwa dirinya mengetahui surat edaran tersebut sejak awal lalu tetap memilih berangkat.
"Adalah TIDAK BENAR dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya," tegas Jessica.
Di akhir klarifikasinya, Jessica berharap kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, terutama kapten kapal, agar memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpang terkait kondisi perjalanan. Ia juga berharap komunikasi yang lebih baik dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.