TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Warga Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, digemparkan oleh penemuan mayat seorang wanita di aliran Sungai Kali Pemali pada Senin (10/8/2026).

Jasad perempuan tersebut didapati mengambang di atas air sekira pukul 10.00 WIB hingga langsung dilaporkan ke Mapolsek Wanasari.

Korban teridentifikasi bernama Tohiroh, seorang perempuan lanjut usia berumur 76 tahun yang bertempat tinggal di Desa Pesantunan RT 005 RW 006.

Baca juga: Sadis! Pemilik Konter HP di Ambarawa Dihantam Palu 8 Kali hingga Tewas, Mayat Dibuang di Grobogan

Dalam kesehariannya, almarhumah mengandalkan mata pencaharian sebagai seorang buruh tani.

Penemuan Mayat Mengapung

Sosok jasad tersebut pertama kali dilihat oleh Ketua RW setempat bernama Rosid (60) bersama sejumlah warga yang tengah memancing ikan.

Saat awal ditemukan, tubuh korban mengapung dalam posisi tertelungkup di tengah aliran Sungai Kali Pemali kawasan Desa Pesantunan.

Korban tampak mengenakan pakaian berupa kaos berwarna abu-abu yang dipadukan dengan rok warna senada.

Saksi yang terkejut melihat kejadian itu lantas bergegas menghubungi jajaran Polsek Wanasari untuk meminta pertolongan.

Petugas Polsek Wanasari bersama Tim SAR yang menerima informasi langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Petugas gabungan kemudian bergotong royong mengevakuasi tubuh korban keluar dari dalam aliran sungai.

Hasil Pemeriksaan Medis

"Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa ke RSUD Brebes untuk dilakukan pemeriksaan medis. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter Dewi Sri guna mengetahui kondisi tubuh korban," ujar Kapolsek Wanasari Iptu Joko Widiyanto kepada Tribunjateng.com.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan fisik maupun tindakan penganiayaan pada tubuh korban.

Tim Inafis Polres Brebes turut diterjunkan ke rumah sakit guna mengidentifikasi kondisi jasad secara detail.

Pada awal proses pemeriksaan, identitas resmi korban sempat tidak langsung dikenali oleh petugas.

Petugas kemudian mendapatkan petunjuk dari warga sekitar yang menduga jasad tersebut adalah lansia bernama Tohiroh.

Pihak kepolisian lantas melakukan penelusuran dan mengonfirmasi informasi tersebut kepada keluarga korban.

Pihak keluarga membenarkan bahwa jasad yang ditemukan mengapung di sungai memang benar anggota keluarga mereka.

Keluarga Tolak Autopsi

"Keluarga menyampaikan bahwa korban dalam kondisi sudah pikun atau mengalami penurunan daya ingat. Korban juga diketahui sering keluar dari rumah seorang diri," terangnya.

Menurut penuturan pihak keluarga, korban sempat terlihat keluar dari kediamannya sekitar pukul 06.30 WIB pada Senin pagi.

Korban juga kerap mengutarakan keinginannya kepada keluarga untuk pergi mendatangi aliran Sungai Pemali.

Menyikapi peristiwa pilu ini, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah murni.

Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan resmi untuk menolak prosedur autopsi terhadap jenazah.

"Dari hasil pemeriksaan medis dan keterangan keluarga, tidak ditemukan indikasi adanya penganiayaan pada tubuh korban. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," pungkasnya.

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.