TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah lama atap rumahnya bocor, akhirnya Ni Wayan Pageh (56) yang tinggal di Banjar Oongan, Kelurahan Tonja, Denpasar bisa tersenyum lega.

Di bulan Agustus 2026 ini ia resmi mendapat bantuan bedah rumah lewat Program Bedah Rumah Merah Putih.

Selama ini, Pageh yang tinggal bersama tiga anaknya belum mampu memperbaiki rumahnya.

Pasalnya, ia yang bekerja sebagai pemulung barang bekas hanya mendapat penghasilan Rp500 ribu dalam sebulan.

Baca juga: Hilang Kendali Hantam Pohon Perindang di Bypass Ngurah Rai Denpasar, Putu AS Tewas di TKP

Namun, ia selalu merasa waswas dengan kondisi rumahnya yang terdiri atas dua kamar apalagi ketika musim hujan tiba. 

"Kondisi atap dan plafon rumah saya sudah rusak dan lapuk. Kayu-kayunya juga," paparnya saat kunjungan Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Senin, 10 Agustus 2026.

Meski sudah berulang kali diperbaiki seadanya, air hujan tetap menerobos masuk, dan memaksanya untuk menyiapkan ember saat hujan turun.

Ia menyebut, 27 tahun menikah, belum pernah dapat bantuan bedah rumah.

Baca juga: Curi Miras dan Parfum, Spesialis Maling di Denpasar Bali Diciduk, Modus Diselipkan

Penantian panjang sejak anak ketiganya masih kecil akhirnya membuahkan hasil. 

Suatu hari, petugas datang meninjau kondisi tempat tinggalnya. 

Rumah sederhana itu kemudian diusulkan untuk mendapat bantuan program bedah rumah.

Bedah rumah senilai Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. 

Selama pelaksanaan renovasi, ia difasilitasi rumah kos oleh Pemkot Denpasar.

Selain itu, ia juga mendapat uang cash Rp 10 juta dari Maruarar di lokasi peninjauan.

Hal yang sama juga diungkapkan I Made Suara.

Ia menyebut rumahnya merupakan warisan dari orangtuanya dan belum pernah diperbaiki.

"Warisan dari lahir dan belum dapat bantuan," paparnya.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkapkan, untuk tahun 2026 ini program bedah rumah menjangkau 4.184 unit.

Jumlah ini naik 13.496 persen dari tahun 2025 yang menyasar sebanyak 31 unit.

Untuk di Kota Denpasar, bantuan ini menyasar 259 unit dengan rincian Denut 24 unit, Dentim 62 unit, Denbar 56 unit, dan Densel 117 unit.

Sebaran per Kabupaten yakni Tabanan 281, Bangli 301, Badung 281, dan Gianyar 250.

Lalu Jembrana 312, Buleleng 950, Klungkung 710, Karangasem 840, dan Denpasar 259 unit.

Terkait anggaran Rp20 juta mengatakan, anggaran berbeda untuk di beberapa daerah.

"Ya Papua, daerah yang agak jauh gitu memang kita tingkatkan karena harga kemahalan. Berbeda-beda," katanya.

Dirinya menyebut anggaran tersebut merupakan stimulan.

"Ada gotong royong, ada tenaga, ada barang, ya. Kebudayaan bangsa kita itu kan gotong royong. Kita juga bergotong royong," katanya. 

Ia pun menyebut program ini tanpa dipungut biaya. 

"Kalau ada yang ngadukan, tolong foto, video, viralin. Ada yang memungut, kita masukin proses hukum. Hukum harus ditegakkan," paparnya. (*)

 

 

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.