TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Fenomena mengejutkan terjadi di perairan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, dua satwa laut berukuran cukup besar ditemukan terdampar di pesisir Pangandaran.
Satwa tersebut yakni seekor hiu tutul (whale shark) yang ditemukan di Pantai Sanghiangkalang, Batukaras, Kecamatan Cijulang, serta seekor lumba-lumba yang ditemukan dalam kondisi sudah mati di pesisir Pantai Timur Pangandaran.
Kemunculan dua satwa laut tersebut mengundang perhatian warga dan nelayan setempat.
Sejumlah dugaan pun bermunculan mengenai penyebab satwa-satwa tersebut bisa sampai ke perairan dangkal hingga akhirnya terdampar.
Baca juga: Fenomena Gerhana Matahari Total, Wilayah Mana Saja yang Bisa Merasakan?
Satu di antaranya diduga berkaitan dengan keberadaan gerombolan ikan-ikan kecil yang mendekati perairan pesisir saat musim kemarau.
Namun demikian, hingga kini belum ada kajian ilmiah yang memastikan penyebab kematian maupun terdamparnya kedua satwa laut tersebut.
Hiu Tutul Raksasa Terdampar di Batukaras
Peristiwa pertama terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 18.20 WIB.
Seekor hiu tutul berukuran raksasa diduga terdampar di Pantai Sanghiangkalang, Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.
Hiu yang oleh sebagian nelayan setempat dikenal dengan sebutan naga bintang itu ditemukan masih dalam kondisi hidup.
Saat ditemukan, tubuh hiu masih bergerak dan sebagian badannya berada di dalam air laut.
Kemunculan satwa laut berukuran besar tersebut sontak membuat nelayan dan warga pesisir Batukaras berdatangan.
Sejumlah warga bahkan mengabadikan momen langka tersebut menggunakan telepon genggam.
Sementara itu, sejumlah nelayan berusaha membantu mendorong hiu agar kembali menuju perairan yang lebih dalam.
Seorang nelayan setempat, Wawan, mengatakan hiu tutul tersebut diketahui terdampar sesaat setelah waktu Magrib.
Menurut dia, muncul dugaan hiu tersebut mendekati pantai karena mengejar gerombolan ikan-ikan kecil yang banyak ditemukan di perairan dangkal saat musim kemarau.
"Biasanya kalau musim kemarau seperti sekarang banyak ikan-ikan kecil mendekat ke pinggir. Kemungkinan hiu itu mengejar ikan hingga akhirnya terdampar," ujar Wawan saat dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Senin (3/8/2026) malam.
Wawan menyebut para nelayan sempat berusaha mendorong hiu tersebut menuju laut lepas.
Namun, upaya itu tidak mudah dilakukan karena ukuran dan bobot hiu yang sangat besar.
"Sudah dicoba didorong ke tengah, tapi sangat susah karena berat. Ukurannya kira-kira sebesar perahu nelayan, panjangnya sekitar 7 meter dengan bobot diperkirakan mencapai 4 ton," katanya.
Ia berharap saat air laut kembali pasang, hiu tutul tersebut dapat kembali menuju perairan yang lebih dalam.
"Ya mudah-mudahan nanti malam saat air laut pasang, hiu itu bisa kembali ke tengah laut," ucapnya.
Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Pantai Timur Pangandaran
Belum selesai perhatian warga terhadap kemunculan hiu tutul, peristiwa serupa kembali terjadi.
Kali ini seekor lumba-lumba ditemukan terdampar dalam kondisi sudah mati di pesisir Pantai Timur Pangandaran, Sabtu (8/8/2026) pagi.
Bangkai mamalia laut tersebut pertama kali diketahui warga yang tengah berolahraga di sekitar kawasan pantai.
Warga melihat seekor lumba-lumba berada di atas batu dalam kondisi tidak bergerak.
"Awalnya ada teman-teman yang sedang berolahraga. Katanya ada lumba-lumba di atas batu dengan keadaan sudah mati," ujar Julia (48), warga yang menemukan lumba-lumba tersebut.
Warga kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi satwa tersebut.
Setelah dipastikan sudah mati, lumba-lumba itu kemudian diangkat secara manual oleh dua orang dan dibawa ke daratan.
Tak lama berselang, warga lainnya berdatangan ke lokasi.
Penemuan bangkai lumba-lumba tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas.
Julia menduga lumba-lumba tersebut bisa saja terdampar karena mengejar makanan berupa ikan-ikan kecil yang berada di sekitar perairan pantai.
"Lumba-lumba itu mati mungkin karena mengejar makanan (ikan kecil) sampai terdampar di darat," katanya.
Meski dugaan mengenai ikan kecil yang mendekati perairan dangkal muncul dari masyarakat dan nelayan, penyebab pasti terdamparnya kedua satwa tersebut masih belum dapat dipastikan.
Diperlukan pemeriksaan dan kajian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi serta faktor yang menyebabkan hiu tutul dan lumba-lumba tersebut berada di perairan dangkal.(*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.