SERAMBINEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Aceh pada Sabtu (8/8/2026) didominasi kondisi berawan hingga cerah berawan.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Provinsi Aceh melalui unggahan di Instagram @infobmkg_aceh, potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di dua wilayah, yakni Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Singkil pada pagi hari.

Sementara itu, wilayah lainnya umumnya diprakirakan berawan atau cerah berawan sejak dini hari hingga malam.

Di wilayah Banda Aceh, cuaca diprakirakan cerah berawan pada dini hari, kemudian berawan pada pagi, siang, dan malam. Suhu udara berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 15 kilometer per jam.

Sementara itu, Sabang diprakirakan berawan sepanjang hari dengan suhu udara 26–30 derajat Celsius. Wilayah ini juga memiliki kecepatan angin tertinggi di Aceh, yakni mencapai 26 kilometer per jam.

Wilayah dataran tinggi seperti Takengon, Simpang Tiga Redelong, dan Blang Kejeren diprakirakan memiliki suhu udara lebih sejuk. Takengon bersuhu 17–23 derajat Celsius, Simpang Tiga Redelong 16–22 derajat Celsius, sedangkan Blang Kejeren 17–25 derajat Celsius.

Baca juga: Cuaca Buruk Ganggu Operasional Penerbangan di Bandara SIM

Adapun wilayah pesisir dan dataran rendah lainnya seperti Calang, Meulaboh, Blangpidie, Tapaktuan, Subulussalam, Sinabang, Jantho, Sigli, Meureudu, Bireuen, Lhoksukon, Lhokseumawe, Idi Rayeuk, Karang Baru, dan Kutacane diprakirakan didominasi cuaca berawan hingga cerah berawan dengan suhu berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius.

BMKG juga mencatat kecepatan angin di berbagai wilayah Aceh berkisar antara 2 hingga 26 kilometer per jam.

Masyarakat diimbau tetap memantau informasi cuaca terkini, terutama bagi yang akan melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan laut, mengingat kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.

BMKG Prakirakan Kecepatan Angin di Aceh Capai 26 Km/Jam, Sabang Tertinggi

Tak hanya itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprakirakan kecepatan angin di sejumlah wilayah Aceh berkisar antara 2 hingga 26 kilometer per jam pada Sabtu (8/8/2026).

Kecepatan angin tertinggi diprakirakan terjadi di Kota Sabang, mencapai 26 km/jam.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Sabang menjadi wilayah dengan kecepatan angin paling tinggi di Aceh. Sementara itu, Banda Aceh diprakirakan mengalami kecepatan angin mencapai 15 km/jam.

Baca juga: Adem! Cuaca Lhokseumawe Hari Ini Berawan, Cek Prediksi Cuaca Sebagian Aceh hingga 10 Agustus 

Selain Sabang dan Banda Aceh, beberapa daerah lain juga diprakirakan mengalami kecepatan angin relatif lebih tinggi, di antaranya Meulaboh sebesar 10 km/jam, Takengon dan Simpang Tiga Redelong masing-masing 9 km/jam, Blangpidie 8 km/jam, serta Bireuen, Idi Rayeuk, dan Calang masing-masing 7 km/jam.

Adapun Tapaktuan diprakirakan memiliki kecepatan angin 6 km/jam.

Jantho, Meureudu, Lhokseumawe, dan Singkil masing-masing sekitar 5 km/jam.

Sementara Karang Baru, Langsa, Subulussalam, Suka Makmue, Sinabang, dan Blang Kejeren berkisar 3 hingga 4 km/jam. Kecepatan angin terendah diprakirakan terjadi di Kutacane, yakni sekitar 2 km/jam.

Meski demikian, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Aceh diprakirakan didominasi berawan hingga cerah berawan. Hujan ringan hanya berpotensi terjadi di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Singkil pada pagi hari.

Masyarakat tetap diimbau mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Mengutip informasi mitigasi yang dibagikan Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Pusdatin BPBA) melalui akun Instagram resminya, cuaca cerah bukan berarti selalu aman sehingga masyarakat perlu rutin memantau informasi cuaca dari BMKG sebagai langkah antisipasi dini.

BPBA juga mengimbau masyarakat mengurangi kecepatan saat berkendara karena hembusan angin dapat memengaruhi kendali kendaraan. Apabila kondisi cuaca memburuk, masyarakat disarankan tidak memaksakan perjalanan.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan rumah dalam kondisi kokoh, mengamankan barang-barang di sekitar rumah yang berpotensi terbawa angin, memarkir kendaraan di tempat yang aman, serta menutup rapat seluruh jendela.

Apabila angin bertiup lebih kencang, masyarakat diimbau segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan menjauhi pohon, baliho, tiang listrik, maupun benda lain yang berpotensi roboh atau tumbang.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah mitigasi sejak dini, diharapkan risiko yang ditimbulkan akibat angin dapat diminimalkan.

(Serambinews.com/Firdha)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.