TRIBUNNEWS.COM – Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia (GSI) Prof. Dr. Pujiyono Suwadi mengajak generasi muda lebih mengenal dan mencintai potensi Indonesia.
Menurutnya, kekayaan alam, budaya, hingga sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia merupakan modal besar yang perlu dijaga sekaligus dikembangkan.
Saat membuka forum diskusi di Pendopo Kabupaten Pati, Prof Pujiyono mengingatkan bahwa media sosial sering kali membuat masyarakat lebih mengenal destinasi wisata luar negeri dibandingkan keindahan yang ada di Indonesia.
"Kalau enggak tour of area, mungkin enggak akan merasakan indahnya Indonesia," kata dia saat acara Sharing Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar GSI, PT Pertamina (Persero), Pemkab Pati dan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, pada Kamis (6/8/2016).
Ia mencontohkan pengalamannya ketika berbincang dengan peserta yang pernah tinggal di Melbourne, Australia. Meski mengakui objek wisata di luar negeri memiliki daya tarik tersendiri, ia menilai banyak destinasi di Indonesia yang tidak kalah indah.
"Yang kita lihat di media sosial sering kali orang liburan ke luar negeri. Padahal Indonesia jauh lebih indah. Misalnya Twelve Apostles di Melbourne memang bagus, tetapi kalau ke Karimunjawa kita bisa menikmati pantai, menyelam, snorkeling, bahkan menikmati alam sambil membakar ikan di tepi pantai. Itulah Indonesia," ujar Prof Pujiyono.
Menurutnya, kekayaan alam tersebut menjadi alasan bagi masyarakat untuk lebih bangga terhadap Indonesia dan mulai mengeksplorasi potensi yang dimiliki negeri sendiri.
"Kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Siapa lagi yang akan menikmati dan menjaga kekayaan Indonesia kalau bukan kita sendiri," katanya.
Prof Pujiyono kemudian memperkenalkan Gerakan Solusi Indonesia (GSI) sebagai gerakan yang lahir dari kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, setiap perubahan selalu diawali dari rasa peduli dan kegelisahan terhadap kondisi sekitar. Namun, kegelisahan itu tidak boleh berhenti menjadi keluhan, melainkan harus mendorong lahirnya gagasan dan tindakan nyata.
Baca juga: Transformasi Digital Jadi Kunci Daya Saing Indonesia di Era Teknologi
"Gelisah itu adalah kata pertama sebelum perubahan terjadi. Kalau kita tidak peduli terhadap kondisi di sekitar kita, maka kita juga tidak akan terdorong untuk memperbaikinya," ujarnya.
Ia menilai perubahan besar selalu dimulai dari lingkungan terdekat, mulai dari keluarga, sekolah, kampus hingga daerah tempat tinggal.
Karena itu, generasi muda diajak mulai mengenali persoalan di sekitarnya dan mencari solusi sesuai kemampuan masing-masing.
"Kita tidak perlu langsung berpikir mengubah Indonesia. Mulailah dari diri sendiri, lingkungan sekitar, kemudian bergerak bersama. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil," kata Prof Pujiyono.
Anak Muda Bijak di Ruang Digital
Pandangan tersebut diperkuat Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Andina Elok Puri Maharani.
Menurut Andina, kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi generasi muda untuk belajar dan memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut juga harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi yang benar.
"Algoritma media sosial itu mempengaruhi cara berpikir kita. Karena itu setiap informasi perlu dicek kembali agar kita tidak mudah percaya pada sesuatu yang belum tentu benar," ujar Andina.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika saat menggunakan media sosial karena setiap aktivitas di ruang digital akan menjadi rekam jejak yang dapat dilihat kembali di masa depan.
"Dunia digital tidak pernah benar-benar hilang. Maka ukirlah rekam jejak yang baik sejak sekarang," katanya.
Selain aktif di ruang digital, Andina berharap generasi muda juga mengenal potensi daerahnya sendiri dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Andina menambahkan, perkembangan teknologi digital seharusnya tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana berkomunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mengembangkan kreativitas.
Menurutnya, berbagai platform digital saat ini membuka peluang bagi generasi muda untuk belajar berbagai keterampilan baru, mempromosikan potensi daerah, hingga menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Teknologi itu akan sangat bermanfaat kalau digunakan untuk hal-hal yang positif. Gunakan media digital untuk belajar, berdiskusi, dan menunjukkan karya-karya terbaik kita, bukan justru untuk menyebarkan hal-hal yang tidak bermanfaat," ujar Andina.
Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan sebagai bekal membangun daerah asalnya. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah sehingga membutuhkan generasi yang berintegritas, memiliki wawasan luas, serta mampu berkolaborasi menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Kita memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Karena itu manfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin, tingkatkan kualitas diri, lalu kembalilah memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah tempat kita berasal," kata Andina.
Inovasi Anak Muda untuk Perkembangan Daerah
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Candra mengatakan Kabupaten Pati memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.
Menurutnya, selain dikenal sebagai daerah pertanian, Pati juga memiliki sektor perikanan, kelautan, hingga produksi garam yang menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
"Pati memiliki potensi yang luar biasa. Tinggal bagaimana anak-anak muda mau berinovasi dan memanfaatkan peluang yang ada," ujar Risma Ardhi Candra.
Ia menilai perkembangan teknologi saat ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk belajar, menciptakan inovasi, bahkan memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional maupun internasional.
"Dengan teknologi yang terus berkembang, kita harus bisa memanfaatkannya untuk kegiatan yang positif dan menghasilkan karya," katanya.
Risma Ardhi Candra berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga ikut mempromosikan potensi Kabupaten Pati sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Selain Prof Pujiyono, Bupati Banyumas dan Andina, acara juga menghadirkan sejumlah pemateri yakni Pakar Rumput Berstandar FIFA, Prof. Dr.Sc.Agr. Ir. Rahayu, S.P., M.P, Pemerhati Pembangunan Jateng, Zulkifli Gayo, Local Hero Pati, Rafi Rizqullah Arifin, Penerima Beasiswa Internasional asal Pati, Gelar Abdi Fistawan dan Perwakilan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, Widiyanto..
Acara dihadiri 125 mahasiswa, BEM, siswa, OSIS, Pramuka, karang taruna hingga organisasi kepemudaan seperti Universitas Safin Pati, SMAN 1 Pati, SMAN 2 Pati, SMAN 3 Pati, SMA PGRI Pati, MAN 1 Pati, atlet tarung derajat, atlet senam, KNPI Pati hingga karang taruna di sejumlah desa di Pati.
(*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.