SURYA.CO.ID, GRESIK - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi meluncurkan inovasi terbaru bertajuk Program Menabung Demi Iuran JKN (NADI JKN).
Program ini dihadirkan khusus untuk membantu peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki penghasilan harian atau tidak tetap.
Melalui mekanisme menabung secara bertahap, para pekerja informal kini dapat menyiapkan dana iuran tanpa merasa terbebani di akhir bulan.
Baca juga: BPJS Kesehatan Surabaya Tawarkan Program Cicilan untuk 400 Ribu Peserta Nonaktif
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo mengungkapkan bahwa NADI JKN menjadi strategi retensi untuk menjaga status kepesertaan masyarakat tetap aktif.
Meski cakupan JKN di Kabupaten Gresik telah menembus 99,87 persen per 30 Juni 2026, tingkat keaktifan peserta tercatat masih berada di angka 89,83 persen.
Keterlambatan maupun ketidakmampuan membayar iuran secara tepat waktu menjadi faktor utama masih adanya kartu peserta yang tidak aktif.
"Melalui Program NADI JKN, peserta dapat menyisihkan dana secara bertahap sesuai kemampuan melalui mitra yang telah bekerja sama," kata Janoe, Rabu (5/8/2026).
"Program ini dikembangkan dalam dua skema layanan, yaitu digital kolektif dan konvensional perorangan," lanjutnya.
Baca juga: BPJS Kesehatan Gresik : Pentingnya Surat Kontrol, Bisa Percepat Layanan Berobat Ulang
Untuk skema digital kolektif, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama strategis dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).
Fitur ini menyasar para pengemudi ojek online (ojol) agar bisa menyisihkan pendapatan harian atau mingguan secara otomatis di dalam aplikasi.
Setelah tabungan mencukupi, sistem mitra akan langsung membayarkan iuran JKN peserta melalui virtual account terintegrasi.
Sementara pada skema konvensional perorangan, masyarakat dapat menabung melalui lembaga lokal seperti BUMDes, koperasi, atau organisasi kemasyarakatan.
"Ke depan, kami berharap Program NADI JKN dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak segmen peserta dan aplikasi digital lainnya," tambah Janoe.
Inovasi pembayaran iuran bertahap ini langsung mendapatkan apresiasi hangat dari para pekerja lapangan di Gresik.
Bagas (27), seorang pengemudi ojek online asal Gresik, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya skema menabung harian tersebut.
"Sebab penghasilan sehari-hari kan tidak menentu, jadi belum pasti apakah bulan ini bisa bayar iuran atau tidak," ungkap Bagas.
"Dengan adanya NADI, pasti akan sangat membantu dan semoga segera diimplementasikan secara nasional," pungkasnya.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.