TRIBUNMANADO.CO.ID - Daya beli petani di Sulawesi Utara mengalami penurunan pada Bulan Juli 2026.

Ini dicerminkan oleh Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada Bulan Juli 2026 yang turun 2,28 persen menjadi 129,56.

Sebelumnya, NTP Sulawesi Utara di Bulan Juni bernilai 132,59.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi menjelaskan, penurunan NTP menunjukkan juga bahwa daya beli petani di Sulut mengalami penurunan.

Komoditas utama penyumbang penurunan NTP adalah bawang merah, cabai, dan tomat (barito).

“Nilai tukar petani pada bulan Juli 2026 mengalami penurunan -2,28 persen dibandingkan dengan bulan lalu, dengan indeks harga diterima petani sebesar 167,14 dan menurun -4,14,” ujar Watekhi, Selasa 4 Agustus 2026.

Watekhi bilang, penurunan NTP disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani.

Nilai indeks harga yang diterima petani di Juli mengalami penurunan sebesar 4,19 persen. 

"Sementara nilai indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan 1,95 persen,” katanya. 

Dijelaskan, pada Juli 2026 indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 4,19 persen yang disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani pada dua subsektor yaitu subsektor tanaman pangan dan hortikultura. 

Sedangkan indeks harga yang dibayar petani subsektor tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan mengalami kenaikan.

Komoditas utama yang memiliki andil terbesar terhadap penurunan indeks harga yang diterima petani bulan Juli 2026 yaitu tomat, cabai merah, cabai rawit, jagung, dan gabah. 

Sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 1,95 persen yang disebabkan turunnya indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) sebesar 2,61 persen.

Sementara indeks biaya produksi dan penambahan barang modal mengalami
kenaikan sebesar 0,17 persen.

Komoditas utama yang memiliki andil terbesar terhadap penurunan indeks yang dibayar petani cabai rawit, bawang merah, cabai merah, tomat dan telur ayam ras.

“Ini sejalan dengan inflasi, karena untuk komoditas tersebut, cabai merah, cabai rawit itu terjadi deflasi,” ujarnya lagi

NTP Sulawesi Utara Tahun 2025

Januari 119,66

Februari 124,61

Maret 125,57

April 126,19

Mei 131,14

Juni 130,35

Juli 134,92

Agustus 131,41

September 131,29

Oktober 134,24

November 133,42

Desember 125,21

NTP Sulawesi Utara Tahun 2026

Januari 127, 89

Februari 128,50

Maret 123,37

April 127,54

Mei 133,37

Juni 132,59

Juli 129,56

Sumber BPS Sulawesi Utara

Baca juga: Gempa Bumi Terkini di Maluku Rabu 5 Agustus 2026, Info BMKG Magnitudo dan Lokasinya

(TribunManado.co.id/Ndo)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.