Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang intensif melakukan pemantauan kebakaran di kaldera Gunung Bromo bukit Jantur/Bantengan Kabupaten Probolinggo, Selasa (4/8/2026).
Amukan si jago merah yang terus meluas membuat ancaman kebakaran kini membayangi wilayah perbatasan daerah tetangga.
Petugas gabungan dikerahkan ke lokasi untuk menahan laju pergerakan api agar tidak makin meluas.
Pergerakan api terpantau kian cepat membakar vegetasi kering di sekitar kawasan kaldera Bromo.
Sebagaimana diketahui, kebakaran mulai terjadi kemarin Senin (3/8/2026).
Titik api bermula dari wilayah Bukit Bantengan.
Sampai dengan hari ini, Selasa (4/8/2026) sekira pukul 20.17 WIB kebakaran mulai meluas hingga 10 hektar lahan yang terdampak.
"Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini sekitar 10 Ha dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.
Lahan yang terbakar pun meluas hingga mendekati wilayah Kabupaten Malang.
Sadono menyampaikan jarak dari wilayah administrasi Kabupaten Malang dengan lahan yang terbakar sekitar 500 meter jika diukur dengan jarak tempuh jalan darat.
Upaya pemadaman di lapangan menemui hambatan berat lantaran kondisi geografis pegunungan yang sangat curam.
"Tim gabungan pemadaman saat ini melaksanakan pemadaman darat dengan pembuatan sekat bakar serta penyemprotan dengan mobil pemadam TNBTS," jelasnya.
Menurutnya, titik lokasi kebakaran berada di kawasan hutan pada lereng yang sulit dijangkau.
Sehingga ini menjadi kendala bagi petugas untuk memadamkan api.
Terlebih, kondisi cuaca di wilayah Bromo terpantau cerah dan berawan.
Kemudian kecepatan angin sedang dan mengarah ke arah barat.
Disebutkannya, untuk menunjang pasokan air, kebutuhan mendesak saat ini adalah penambahan armada tangki penyemprotan.
BPBD Provinsi Jawa Timur telah memberangkatkan 1 unit mobil tangki air tambahan dengan rencana pengambilan pasokan air dipusatkan di Ranu Pane.
Demi menjamin keamanan masyarakat serta kelancaran proses penanggulangan, akses masuk ke objek wisata mulai dibatasi ketat.
Sementara itu sebagai langkah keselamatan dan kelancaran penanganan bencana, pihak Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara resmi menutup sementara pintu masuk kawasan wisata Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.
"Penanganan dan pemantauan di titik lokasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan hingga situasi dinyatakan aman," pungkasnya.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.