SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Penemuan jasad seorang pria yang tergeletak tak bernyawa di teras rumah tempat kos  menggemparkan warga Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, pada Selasa (4/8/2026) siang.

Insiden tragis itu terungkap setelah warga sekitar melihat korban sudah tidak bergerak dalam kondisi terlentang di area luar tempat tinggalnya.

Aparat kepolisian setempat yang menerima laporan langsung diterjunkan ke lokasi guna mengamankan tempat kejadian dan melakukan pemeriksaan mendalam.

Baca juga: Polisi Amankan Lima Remaja Diduga Aniaya Dua Pengendara di Babat Lamongan

 

Olah TKP dan Evakuasi Jenazah ke Rumah Sakit

Petugas kepolisian bergerak cepat merespons laporan warga dengan mendatangi lokasi penemuan jasad itu.

Seorang pria ditemukan meninggal dunia di teras rumah kos di Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Selasa (4/8/2026).

Korban diketahui berinisial AY (41), warga Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan yang ditemukan dalam kondisi mati terlentang.

Personel Polsek Tikung yang dipimpin Kapolsek Tikung IPTU Fahrurozi bersama anggota Samapta dan Tim Inafis Satreskrim Polres Lamongan langsung mendatangi lokasi kejadian.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta meminta keterangan sejumlah saksi guna kepentingan penyelidikan.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M Hamzaid, membenarkan adanya penemuan jasad pria itu.

"Benar, pada hari Selasa sekitar pukul 12.00 WIB Polres Lamongan menerima laporan dari masyarakat terkait ditemukannya seorang laki-laki berinisial AY (41), warga Kecamatan Solokuro, yang meninggal dunia di teras rumah tempat kosnya di Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung," kata Hamzaid.

Setelah proses olah TKP selesai, petugas bersama warga mengevakuasi jenazah ke RSUD dr Soegiri Lamongan untuk menjalani pemeriksaan medis berupa visum et repertum.

Baca juga: BAZNAS Lamongan Kembangkan Program Balai Ternak, Populasi Domba Naik dan Peternak Lebih Sejahtera

 

Penyebab Kematian dan Sikap Keluarga Korban

Hasil pemeriksaan medis serta keterangan dari pihak keluarga akhirnya mengungkap pemicu insiden memilukan itu.

"Hasil komunikasi dengan pihak keluarga, keluarga almarhum menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa itu sebagai musibah, " katanya.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit asma dan kematian korban diduga karena asmanya kambuh dan tidak sempat mendapatkan pertolongan.

Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihaknya memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan.

Polres Lamongan mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian serupa atau situasi yang memerlukan penanganan kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.