Hangzhou (ANTARA) - Perusahaan teknologi China Alibaba pada Senin (3/8) meluncurkan model bahasa besar terbarunya, Qwen3.8-Max, yang menandai penyempurnaan besar dalam seri Qwen dengan kemampuan canggih dalam bidang pengodean (coding), penyelesaian tugas-tugas kehidupan nyata, dan penelitian.

Model bahasa ini memiliki 2,4 triliun parameter dan mendukung jendela konteks hingga 1 juta token, kata perusahaan tersebut.

Menurut platform evaluasi pihak ketiga, Arena, model Qwen termasuk di antara model bahasa besar papan atas dunia.

Menurut Alibaba, Qwen3.8-Max menunjukkan kemampuan dalam coding otonom dan eksekusi jangka panjang. Model ini beroperasi secara mandiri dalam jangka waktu lama tanpa intervensi manusia.

Ditugaskan untuk menciptakan kerangka kerja agen yang berevolusi secara mandiri dari awal, Qwen3.8-Max membangun siklus rekayasa yang menyintesis umpan balik pengguna, praktik terbaik komunitas, dan data uji mandiri.

Dengan terus melakukan iterasi melalui pembuatan kode, pengujian, pratinjau, dan analisis log, model ini menghasilkan "oh-my-cli", sebuah kerangka kerja agen yang berevolusi secara mandiri dan telah sepenuhnya dirilis sebagai sumber terbuka di GitHub.

Sejumlah perusahaan teknologi China belakangan ini terus memajukan pengembangan model-model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mereka. Pada Juli, perusahaan rintisan AI, Moonshot AI, merilis model Kimi K3, yang memiliki 2,8 triliun parameter, menjadikannya model AI sumber terbuka dengan parameter terbesar di dunia, kata perusahaan tersebut.

Para pakar menyoroti semakin banyak model besar sumber terbuka China yang beralih dari terobosan individual ke kemajuan kolektif, sehingga menawarkan pendekatan baru untuk pengembangan AI global.