TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penjual bendera dan pernak-pernik Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak.
Salah satunya Rio (31), yang membuka lapak di kawasan Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Pontianak Kota, dengan menjual beragam bendera, umbul-umbul hingga aksesori kemerdekaan.
Rio mengaku telah lebih dari lima tahun berjualan bendera dan pernak-pernik setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Awalnya, ia hanya mengikuti orang lain berjualan sebelum akhirnya membuka lapak sendiri.
"Sudah lebih dari 5 tahunan berjualan pernak-pernik dan bendera. Awalnya saya yang ikut-ikut orang jualan. Terus yaudahlah mulai-mulai jualan sendiri. Kita ikut memeriahkan kemerdekaan ini sekalian dapat untung-untungnya," ujarnya saat ditemui TribunPontianak.co.id di Jl Merdeka Timur, Minggu 2 Agustus 2026.
Ia menuturkan, lapaknya mulai beroperasi sekitar sepekan sebelum 1 Agustus.
Untuk berjualan di lokasi tersebut, dirinya terlebih dahulu meminta izin kepada ketua RT setempat dan pemilik lahan.
"Nunggu 17-an itu baru kita ikut jualan. Paling izin sama Pak RT di sini, sama yang punya tokonya. Dia kan mumpung belum dibangun toko kita numpang dulu jualan di sini. Ini kita kemarin seminggu sebelum tanggal 1 udah mulai, baru mulai jualan," katanya.
• Cerita Perantau Asal Bandung 11 Tahun Setia Jualan Bendera Merah Putih di Pontianak Jelang HUT RI
Menurut Rio, barang yang dijual cukup beragam, mulai dari bendera untuk rumah, umbul-umbul, bendera hias untuk kantor hingga berbagai aksesori kemerdekaan.
Seluruh barang merupakan produk lokal yang dibeli dari sejumlah pemasok kemudian dijual kembali.
"Mulai dari bendera untuk di rumah, umbul-umbul, bendera hias untuk di kantor, aksesoris-aksesoris. Kita belanja di sini-sini aja, habis itu dijual lagi, itungannya barang lokal lah ya. Mulai harga dari Rp5 ribuan sampai yang ratusan ribu pun juga ada. Kita khusus 17-an ya, habis selesai bulan kemerdekaan kita kemas, simpan lagi barangnya," ungkapnya.
Meski demikian, Rio menilai daya beli masyarakat pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Untuk tahun ini mungkin agak berkurang daya beli masyarakat. Gak tau lah mungkin pengaruh apa, pokok daya beli orang dulu agak beda lah tahun ini. Tahun sebelumnya masih meriah, masih rame orang belanja," ujarnya.
Di luar musim penjualan bendera, Rio sehari-hari bekerja sebagai penjual karpet di kawasan Pasar Nusa Indah 2.
Setiap Agustus, ia mengambil cuti untuk fokus berjualan perlengkapan kemerdekaan.
"Sehari-hari saya kalau tidak jualan bendera ini saya kerja jualan karpet di pasar kawasan Nusa Indah 2. Sementara bulan Agustus ini cuti dulu, karena bos juga udah maklumi dari tahun-tahun sebelumnya diizinkan," katanya.
Rio mengaku memiliki semangat tersendiri setiap memasuki bulan kemerdekaan karena suasana berbeda dibanding hari-hari biasa.
"Menariknya menjual bendera dan pernak-pernik ini mungkin lebih ke semangatnya. Karena memasuki kemerdekaan ini orang-orang belanja untuk meriah-meriah. Jadi kita suka beda dengan kalau yang hari-hari biasa. Kalau ini kan buah tahun ibaratnya. Jadi itu ada orang belanja, lebih semangat," tuturnya.
Ia juga mengungkapkan cuaca menjadi tantangan terbesar saat berjualan di ruang terbuka.
Ketika hujan turun, seluruh barang harus segera diamankan agar tidak rusak.
"Keluh kesahnya paling cuaca ya. Kalau tiba-tiba hujan langsung dikemas tutup pakai terpal. Kalau yang gantung kita biarkan, ngamankan yang di bawah ini stok-stok untuk jual nantinya. Kalau yang hiasan digantung paling yang diturunkan. Pernak-perniknya kita ngamankan kalau udah mendung-mendung. Kalau tiba-tiba hujan, tak selamat lah barang kita, ada yang bisa, ada yang enggak. Kalau udah basah sekali ya udahlah mau diapakan," ucapnya.
• Semangat Merah Putih di Perbatasan, Brimob Kalbar Ikut Kirab Bendera Raksasa Sambut HUT RI Ke-81
Bahkan, jika barang sudah telanjur basah akibat hujan, Rio memilih menjualnya dengan harga seikhlas pembeli atau bahkan memberikannya secara cuma-cuma.
"Kalau udah basah sekali ya udahlah. Kalau misalnya ada orang mau beli, bayar-bayar berapa seikhlasnya juga enggak masalah, udah kita kasih ya, enggak apa-apa. Kita kasih gratis, namanya barang udah kena hujan," katanya.
Memasuki awal Agustus, Rio mulai merasakan adanya peningkatan pembeli dan berharap penjualan semakin ramai hingga menjelang 17 Agustus.
"Lumayan lah mulai hari ini ada lah orang beli. Mulai tanggal 1 ini tadi. Harapannya jualannya makin ramai, terus orang-orang pun makin meriah memasuki bulan kemerdekaan ini," pungkasnya.
https://logohutri.istanapresiden.go.id/81
(*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.