TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengirimkan karangan bunga dukacita atas meninggalnya Andriyono, anggota pemadam kebakaran Jakarta Timur.
Andriyono merupakan Kepala Regu Grup Cepu Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Sektor Cipayung yang gugur saat bertugas pada Sabtu (1/8/2026).
Andriyono gugur saat berupaya mencari sumber air tambahan untuk memadamkan kebakaran tumpukan sampah pada lahan di Jalan Penggilingan Baru, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pantauan pada rumah duka Andriyono di RW 09, Kelurahan/Kecamatan Ciracas karangan bunga dukacita dari Pramono Anung tampak ditempatkan di depan rumah almarhum.
"Turut berduka cita atas wafatnya bapak Andriyono, Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung," sebagaimana dikutip dari karangan bunga dukacita dari Pramono, Minggu (2/8/2026).
Tak hanya Pramono, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, dan sejumlah pejabat lain turut mengirimkan karangan bunga ucapan dukacita.
Sementara pada rumah duka, warga tampak masih berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga atas meninggalnya Andriyono.
Istri Andriyono, Linda (42) menuturkan pertama mendapat kabar duka dari rekan kerja sang suami yang turut bertugas memadamkan kebakaran di Jalan Penggilingan Baru.
"Pas dikabarin bapak ada di Rumah Sakit Harapan Bunda. Enggak bilang bapak enggak ada. Mungkin karena saya jauh ya posisi dari Depok Sawangan menuju ke Harapan Bunda," ujar Linda.
Setelah mendapat kabar, Linda bergegas berangkat dari tempat kerjanya di Sawangan, Depok menuju RS Harapan Bunda di Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Kala itu Linda awalnya berpikir bahwa sang suami dibawa ke RS lantaran mengalami serangan jantung, karena sejak tahun 2025 lalu Andriyono dinyatakan memiliki penyakit jantung.
Nahas setibanya di lokasi Linda mendapati bahwa sang suami telah menghembuskan napas terakhirnya, jasadnya kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Jenazah Andriyono kemudian dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Centex, Ciracas tidak jauh dari rumah duka pada Minggu (2/8/2026) siang.
"Anak satu kelas 2 SD, cuma punya anak angkat dua. Anak sambungnya dua, sudah lulus sekolah, kerja bareng saya. Yang satu SMP kelas 1 baru masuk, dan anak kandungnya satu ini kelas 2 SD," tutur Linda.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.