TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite mengancam operasional armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3) DLH Musi Rawas, Yudi Ernawanto, mengatakan kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap membengkaknya biaya operasional armada pengangkut sampah.
"Kenaikan BBM, khususnya jenis Dexlite saat ini, sangat berdampak terhadap operasional armada pengangkut sampah kami sehingga biaya menjadi lebih membengkak," kata Yudi, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, perencanaan anggaran sebelumnya disusun berdasarkan harga BBM lama. Karena itu, kenaikan harga BBM di pertengahan tahun membuat pihaknya kesulitan mengatur anggaran operasional.
"Anggaran awal operasional kami susun berdasarkan harga BBM sebelum kenaikan, yakni Rp15.000 per liter. Namun, kondisi sekarang berbeda karena harga BBM jenis Dexlite sudah naik," ungkapnya.
Yudi mengatakan armada pengangkut sampah menggunakan BBM jenis Dexlite karena kendaraan dinas diwajibkan menggunakan bahan bakar non-subsidi.
"Dengan anggaran yang ada saat ini, diperkirakan operasional armada pengangkut sampah hanya akan bertahan hingga sekitar Oktober mendatang," jelasnya.
Baca juga: Potret Miris Kampung Kapitan, Ikon Wisata Palembang yang Tergerus Sampah dan Bangunan Rusak
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya telah mengajukan tambahan anggaran agar operasional armada pengangkut sampah dapat terus berjalan normal.
"Tidak mungkin sampah yang biasanya diangkut kemudian tidak diangkut. Untuk itu, kami sedang mengajukan tambahan anggaran dan melaporkan kondisi ini kepada pimpinan," ujarnya.
Yudi berharap usulan tambahan anggaran tersebut dapat disetujui sehingga pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal dan tidak mengganggu kebersihan lingkungan di Kabupaten Musi Rawas.
"Kami berharap pada anggaran perubahan nanti mendapatkan tambahan anggaran. Saat ini kami masih menunggu pembahasan APBD Perubahan," ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini DLH Musi Rawas memiliki tujuh armada aktif untuk mengangkut sampah. Selain itu, terdapat alat berat berupa ekskavator dan buldoser yang digunakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Untuk saat ini seluruh armada kami masih beroperasi seperti biasa, termasuk alat berat yang ada di TPA," tutupnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.