Purwokerto (ANTARA) - Panitia Pelaksana Drift Speed Fest menyatakan mendukung penuh investigasi Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas terkait insiden ambruknya tribun VIP pada ajang Drift Speed Fest di Kompleks GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.


Dalam konferensi pers di Purwokerto, Senin malam, Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest Yoshua Ernest Yonathan mengatakan panitia juga bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis, pendampingan, dan bantuan yang diperlukan.


Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada korban beserta keluarga atas insiden pada hari Minggu (26/7) tersebut.


"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Peristiwa ini merupakan sesuatu yang tidak pernah kami harapkan. Kami bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan medis dan pendampingan korban beserta keluarga," katanya.


Ia mengatakan seremoni selebrasi yang digelar sebelum insiden merupakan bagian dari rangkaian yang lazim dalam penyelenggaraan kejuaraan drifting.






Akan tetapi, kata dia, kejadian tersebut tidak berkaitan dengan peserta maupun drifter karena mereka hanya mengikuti rangkaian kegiatan sesuai jadwal yang telah disiapkan panitia.


Ia menegaskan insiden itu menjadi evaluasi penting bagi panitia, khususnya untuk meninjau kembali konstruksi yang disiapkan vendor dalam penyelenggaraan kegiatan serupa.


Menurut dia, tribun tersebut ambruk setelah seluruh rangkaian seremoni pembukaan dan pembagian hadiah selesai sehingga parade maupun selebrasi bukan kesalahan para drifter.


Senada dengan itu, Wakil Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest Putri Danizar mengatakan parade maupun pembagian merchandise merupakan bagian yang lazim dalam penyelenggaraan kejuaraan drifting dan telah diterapkan dalam berbagai ajang sebelumnya.







“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban, keluarga korban, dan pihak-pihak yang terdampak,” katanya.


Sejak insiden terjadi, kata dia, fokus utama panitia adalah memastikan seluruh korban memperoleh penanganan sebaik mungkin.


Putri mengatakan seusai proses evakuasi, dia bersama Bupati Banyumas mendatangi sekitar 11 rumah sakit untuk menemui para korban, menyampaikan permohonan maaf secara langsung, mendata identitas korban, serta memastikan kebutuhan pengobatan dan penanganan dapat dipenuhi.


“Hari ini (Senin, 27/7), panitia membagi tim untuk mendampingi korban di sejumlah rumah sakit, membantu penyelesaian administrasi, serta menjalin komunikasi dengan korban dan keluarganya,” katanya.


Panitia pelaksana lainnya, Rengga mengatakan panitia telah menjalankan penyelenggaraan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk mengacu pada regulasi teknis dan keselamatan.


Kendati demikian, ia menegaskan penyebab ambruknya tribun masih menunggu hasil investigasi kepolisian.






Ia memastikan seluruh biaya penanganan korban, mulai dari pemeriksaan, operasi, obat-obatan, rawat inap hingga tindakan medis lainnya, menjadi tanggung jawab panitia sehingga tidak ada biaya yang dibebankan kepada korban.


Hingga Senin (27/7) malam, sekitar 50 korban telah diperbolehkan pulang, sedangkan sisanya sekitar 40 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.


Menurut dia, panitia juga menghentikan kelanjutan kejuaraan karena kondisi force majeure.



“Pertandingan kita setop, penilaian berdasarkan kualifikasi,” kata Rengga.