TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU — Kekayaan hayati perairan Taman Nasional Danau Sentarum tidak hanya menjadi sumber pangan harian warga lokal, tetapi juga menjadi komoditas olahan bernilai tinggi.
Di Kampung Semangit, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, warga setempat mengolah ikan air tawar segar menjadi kerupuk ikan kering khas yang jangkauan pemasarannya telah menembus pasar internasional.
Diana, salah satu perajin kerupuk ikan tradisional di Kampung Semangit, memanfaatkan berbagai jenis ikan khas Danau Sentarum seperti ikan biawan, menyadin, hingga kenyuar sebagai bahan baku utamanya.
Selain daging ikan segar, adonan kerupuk dipadukan dengan racikan tepung sagu, tepung terigu, garam, serta minyak rasa.
Seluruh bahan diuleni hingga kalis, lalu dibentuk menyerupai balok sebelum masuk ke tahap perebusan.
"Setelah dibentuk, dimasukkan ke dalam panci. Kita rebus sekitar lima jam baru masak," ujar Diana kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Kampung Wisata Semangit Tawarkan Wisata Mancing hingga Panen Madu di Danau Sentarum
Prosedur pembuatan kerupuk ikan kering ini memakan waktu total hingga dua hari.
Tahap perebusan adonan balok berbobot rata-rata 3,5 kilogram tersebut menjadi fase paling krusial untuk memastikan tingkat kematangan hingga ke bagian dalam.
"Kalau enggak lima jam, nanti mentah," jelasnya.
Setelah matang sempurna, balok adonan diangkat dan didiamkan semalam hingga mengeras dan dingin.
Pada hari kedua, adonan diiris tipis secara presisi, lalu dijemur di bawah terik matahari hingga benar-benar kering sebelum dikemas rapi.
Tingkat produksi kerupuk ikan sangat bergantung pada ketersediaan pasokan ikan hasil tangkapan serta volume pesanan.
Saat musim melimpahnya ikan, Diana dibantu sang suami dan beberapa pekerja tambahan mampu memproduksi hingga 500 kilogram kerupuk ikan kering dalam kurun waktu satu bulan.
Kerupuk ikan kering olahan Diana dipasarkan ke berbagai wilayah di Kalimantan Barat, meliputi Kabupaten Ketapang, Kecamatan Jongkong, Kota Pontianak, hingga Kabupaten Sekadau.
Tidak hanya menguasai pasar lokal dan regional, produk kerupuk olahan dari perairan Danau Sentarum ini juga berhasil dikirim ke Pulau Jawa hingga dipasarkan ke luar negeri.
"Kalau ada pesanan, biasanya kita bawa ke Ketapang, Jongkong, kadang Pontianak dan Sekadau. Pernah juga ke luar Kalbar, seperti Bogor dan India," ungkap Diana.
Dipatok dengan harga berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram (tergantung jenis ikan dan ukuran irisan), kerupuk ini menawarkan cita rasa gurih yang khas dan otentik.
Bagi Diana, keanekaragaman jenis ikan endemik Danau Sentarum menjadi kunci utama keunggulan cita rasa produknya yang sulit ditiru oleh daerah lain.
"Kalau di danau itu kan banyak rasa ikan. Mungkin yang membedakan rasanya dan ikannya," pungkasnya. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.