Jakarta (ANTARA) - Perancang busana Hagai Pakan mengatakan tren berkebaya di kalangan perempuan Indonesia kini bergeser ke arah padu padan dengan busana modern, sementara bentuk kebaya klasik diperkirakan tetap menjadi pilihan utama.
"Kalau sekarang trennya justru lebih di styling-nya. Bagaimana mereka menggunakan sebuah kebaya klasik dengan padu padan yang nyeleneh, yang kontemporer sehingga bisa relevan untuk berbagai occasion di sehari-hari," kata Hagai dalam konferensi pers film pendek "Jalan Pulang", di Jakarta, Rabu.
Menurut Hagai, kebaya klasik dapat dipadukan dengan berbagai item fesyen modern, seperti blazer, jeans, celana bahan, hingga dikenakan sebagai luaran atau outer. Cara tersebut dinilai membuat kebaya lebih mudah digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja hingga kegiatan sehari-hari.
"Baik itu mereka pakai ke kantor, dijadikan dalaman buat jas, atau dipakaikan celana bahan. Ada juga yang dipakai sehari-hari dijadikan outer," ujarnya.
Ia menilai tren tersebut juga didukung semakin banyaknya desainer dan jenama lokal yang mengeksplorasi material maupun cara mengenakan kebaya tanpa menghilangkan karakter dasarnya.
Meski demikian, Hagai mengatakan tren berkebaya ke depan bukan terletak pada perubahan bentuk kebaya, melainkan kreativitas dalam memadukannya dengan berbagai elemen busana modern.
"Jadi aku rasa bukan bentuk kebayanya, tapi eksplorasi terhadap model kebaya klasik yang menurut aku akan menjadi tren ke depannya," katanya.
Dalam film pendek "Jalan Pulang", Hagai menerapkan pendekatan tersebut pada karakter utama Dara dengan memadukan kebaya kutu baru bersama kemeja berkancing, sehingga tampil menyerupai blazer. Padu padan itu dipilih untuk menggambarkan karakter perempuan muda yang bekerja di industri gaya hidup dan fesyen.
Ia mengatakan pendekatan tersebut dilakukan agar kebaya tetap menjadi bagian dari cerita tanpa mendominasi emosi dalam film.
"Jangan sampai visualnya mengganggu ceritanya. Dialognya sudah bagus, dalam, tapi bajunya malah overpower. Itu yang harus benar-benar dijaga keseimbangannya," ujar Hagai.
Film pendek "Jalan Pulang" diprakarsai Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperingati Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli. Film garapan sutradara Bramsky itu dijadwalkan tayang pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube IndonesiaKaya.