Cek kesehatan gratis ini memang ditujukan untuk masyarakat, termasuk juga ASN, PJLP, dan lainnya. Skrining dilakukan melalui kuesioner dan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mengajak masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG) karena menyediakan layanan skrining berbagai penyakit untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini.


Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna di Jakarta, Jumat, mengatakan CKG memberikan layanan pemeriksaan dengan cakupan yang luas bagi masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP), dan kelompok lainnya.


"Cek kesehatan gratis ini memang ditujukan untuk masyarakat, termasuk juga ASN, PJLP, dan lainnya. Skrining dilakukan melalui kuesioner dan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan," kata Sahruna.


Menurut dia, layanan CKG meliputi skrining aktivitas fisik, tuberkulosis (TB), kesehatan jiwa, fungsi hati, faktor risiko kanker, status gizi, hipertensi, diabetes, kesehatan mata, telinga, gigi, penyakit kulit, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), kanker leher rahim, dan kanker paru.







Pada Jumat, program CKG digelar di Aula Kantor Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, dan diikuti 92 peserta yang terdiri atas ASN, kader PKK, serta petugas PJLP.


Lurah Kembangan Utara Pepen mengatakan kegiatan tersebut juga mencakup pemeriksaan tes IVA yang diikuti 20 peserta serta pemeriksaan dahak terhadap 55 peserta.


"Sementara itu, masih terdapat 17 orang yang belum mengikuti CKG dan akan dijadwalkan mengikuti pemeriksaan," kata Pepen.


Pepen mengajak ASN, kader PKK, dan PJLP yang belum mengikuti CKG segera memanfaatkan layanan tersebut sebagai upaya menjaga kesehatan.







Menurut dia, kesehatan merupakan modal utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu dilakukan tanpa menunggu munculnya keluhan.


Sebelumnya, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencatat sebanyak 593.654 penduduk atau 23,14 persen dari total penduduk di wilayah itu telah mengakses program CKG hingga 6 Juli 2026.


Sahruna mengatakan pihaknya menargetkan 46 persen penduduk Jakarta Barat atau sekitar 1.180.124 orang telah memanfaatkan layanan CKG hingga akhir 2026.