Jakarta -
Konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah belum berdampak signifikan terhadap kinerja pariwisata Indonesia.
Catatan Kementerian Pariwisata menyebut kunjungan wisman ke Tanah Air masih tetap tumbuh hingga Mei 2026. Kondisi tersebut menunjukkan minat wisman yang berkunjung ke Indonesia masih terjaga di tengah ketidakpastian global.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan catatan itu sebagai momentum baik dari pariwisata Indonesia saat ini walaupun situasi global yang tidak stabil.
"Pada bulan Mei 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta kunjungan, meningkat 5,83% dibandingkan Mei 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi Kementerian Pariwisata yang berfokus pada penguatan pasar yang dekat dan menengah," katanya dalam konferensi pers mingguan Badan Komunikasi RI di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
"Secara kumulatif, Januari hingga Mei 2026, Indonesia telah mencatat 6,07 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau tumbuh sebesar 7,68% dibandingkan periode yang sama tahun 2025," lanjutnya.
Ia menjelaskan pertumbuhan tersebut ditopang strategi yang berfokus pada penguatan pasar jarak dekat dan pasar menengah sehingga arus kunjungan wisatawan tetap terjaga.
"Capaian ini menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara terus terjaga di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah," ungkapnya.
Di sisi lain, wisatawan Nusantara juga masih menjadi penopang utama sektor pariwisata. Pada Mei 2026, perjalanan wisata domestik meningkat 8,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Secara kumulatif, Januari hingga Mei 2026 perjalanan wisatawan Nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya," lengkap Widi.