TRIBUNSHOPPING.COM - Mesin cuci front loading adalah jenis mesin cuci dengan pintu bukaan di bagian depan yang menggunakan sistem putaran drum horizontal untuk membersihkan pakaian.
Dibandingkan beberapa tipe mesin cuci lainnya, front loading dikenal lebih hemat air, mampu mencuci lebih optimal, serta lebih lembut dalam merawat serat kain.
Kini, mesin cuci front loading semakin banyak digunakan karena menawarkan berbagai fitur modern, seperti teknologi inverter, program pencucian otomatis, hingga fitur pencucian uap.
Tetapi, seperti perangkat elektronik lainnya, mesin cuci juga membutuhkan perawatan yang tepat agar performanya tetap maksimal.
Tanpa perawatan yang rutin, berbagai komponen mesin cuci dapat mengalami penurunan kinerja lebih cepat.
Baca juga: Simak 9 Tips agar Mesin Cuci Front Loading Bebas Bau Apek
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara merawat mesin cuci bukaan depan agar umur pakainya lebih panjang dan tetap nyaman digunakan dalam jangka waktu lama.
1. Gunakan Mesin Sesuai Kapasitas
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memasukkan pakaian melebihi kapasitas mesin cuci.
Kebiasaan ini bisa membuat motor dan drum bekerja lebih keras dari yang seharusnya.
Sebaliknya, mencuci dalam jumlah yang terlalu sedikit secara terus-menerus juga kurang efisien.
Gunakan kapasitas sesuai rekomendasi pabrikan agar proses pencucian berjalan optimal dan komponen mesin lebih awet.
Baca juga: Review Lengkap LG Mesin Cuci Front Loading FB1207S6WB, Kelebihan dan Kekurangan
2. Gunakan Deterjen Khusus Front Loading
Mesin cuci front loading dirancang untuk menggunakan deterjen dengan busa rendah atau low suds.
Penggunaan deterjen yang tidak sesuai bisa menghasilkan busa berlebih yang meninggalkan residu pada tabung dan saluran mesin.
Selain menjaga kebersihan mesin, deterjen yang tepat juga membantu sistem pencucian bekerja lebih efektif dan mengurangi risiko kerusakan pada komponen internal.
3. Rutin Bersihkan Karet Pintu
Karet pintu merupakan salah satu bagian yang paling sering terkena air dan sisa deterjen.
Jika dibiarkan lembap terlalu lama, area ini dapat menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri.
Biasakan mengelap karet pintu setelah selesai mencuci untuk menghilangkan sisa air dan kotoran yang menempel.
Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kebersihan sekaligus memperpanjang usia karet pintu.
Baca juga: Clogent Laundry Pods dan Shoe Foam: Solusi Kebersihan Modern yang Praktis
4. Biarkan Pintu Terbuka Setelah Digunakan
Setelah proses mencuci selesai, jangan langsung menutup rapat pintu mesin cuci.
Membiarkan pintu sedikit terbuka akan membantu sirkulasi udara masuk ke dalam drum.
Cara ini efektif mengurangi kelembapan berlebih yang bisa memicu bau apek, jamur, dan korosi pada beberapa bagian mesin.
5. Bersihkan Filter
Filter mesin cuci berfungsi menyaring serat kain, rambut, dan kotoran kecil selama proses pencucian.
Apabila filter terlalu kotor, aliran air dapat terganggu dan mesin harus bekerja lebih keras.
Periksa serta bersihkan filter secara rutin sesuai petunjuk penggunaan agar performa mesin tetap optimal dan komponen pompa lebih terjaga.
Baca juga: Review Lengkap Mesin Cuci Inverter Sanken SFL-1150V, Kelebihan dan Kekurangan
6. Jalankan Program Drum Clean
Meskipun setiap hari digunakan untuk mencuci pakaian, bagian dalam tabung tetap dapat mengalami penumpukan sisa deterjen dan kotoran.
Oleh sebab itu, manfaatkan fitur Drum Clean atau Tub Clean yang tersedia pada mesin cuci.
Melakukan pembersihan tabung secara berkala membantu menjaga kebersihan drum sekaligus mencegah timbulnya bau tidak sedap.
7. Periksa Selang Air dan Sambungan
Selang air yang retak, bocor, atau tersumbat dapat mengganggu kinerja mesin cuci.
Jika dibiarkan, masalah kecil ini berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih besar.
Lakukan pemeriksaan pada selang masuk dan keluar air secara berkala untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik dan berfungsi normal.
Baca juga: 5 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Harga Rp 3 Jutaan
8. Tempatkan Mesin di Permukaan yang Rata
Posisi mesin cuci yang tidak rata dapat menyebabkan getaran berlebihan saat proses pencucian dan pengeringan berlangsung.
Getaran yang terus-menerus dapat mempercepat keausan pada beberapa komponen.
Pastikan mesin ditempatkan di lantai yang datar dan kokoh agar bekerja lebih stabil dan nyaman digunakan.
9. Hindari Membiarkan Pakaian Basah Terlalu Lama di Dalam Drum
Setelah siklus pencucian selesai, segera keluarkan pakaian dari dalam mesin.
Membiarkan pakaian basah terlalu lama dapat menimbulkan bau lembap yang memengaruhi kebersihan drum.
Selain menjaga kesegaran pakaian, kebiasaan ini juga membantu mengurangi risiko pertumbuhan jamur di dalam mesin cuci.
Baca juga: 9 Cara Bersihkan Mesin Cuci Front Loading agar Higienis dan Awet
10. Lakukan Servis Berkala Jika Diperlukan
Untuk penggunaan jangka panjang, tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan atau servis berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
Teknisi bisa membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Perawatan profesional secara berkala dapat membantu menjaga performa mesin tetap optimal dan memperpanjang umur pakainya.
Merawat mesin cuci front loading tidak harus rumit.
Dengan menggunakan mesin sesuai kapasitas, membersihkan karet pintu dan filter secara rutin, menjalankan program Drum Clean, serta menjaga kondisi selang dan posisi mesin, kamu bisa memperpanjang umur pakai perangkat ini secara signifikan.
Perawatan yang konsisten tidak hanya membuat mesin lebih awet, namun juga memastikan hasil cucian tetap bersih dan maksimal setiap hari.
Baca ulasan produk selengkapnya di aplikasi TribunX. Unduh melalui Play Store dan App Store.
(TribunShopping.com/Nina Yuniar)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.