Pertanyaan:
“Untuk penderita sinusitis, apakah ada rekomendasi jenis olahraga atau olahraga apapun boleh?”
(Jurnalis TribunHealth.com dalam Healthy Talk ‘Apa Itu Sinusitis? Kenali Gejala dan Penyebabnya’ yang tayang di YouTube Tribunnews dan TribunHealth pada Apa Itu Sinusitis? Kenali Gejala dan Penyebabnya)
Berikut ini jawaban Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok, Bedah Kepala & Leher, RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Kristianto Aryo Nugroho, Sp.T.H.T.B.K.L, dalam kutipan langsung:
“Sebetulnya yang lebih baik adalah aerob.
Olahraga aerob. Aerob apapun: lari, sepeda, renang.
Lebih bagus renang, karena renang itu menyeimbangkan antara hidung sama mulut seperti itu…
Jadi yang memaksimalkan tarik nafas lewat hidung lalu dikeluarkan ke mulut atau sebaliknya.
Jadi sirkulasi hidung sama mulutnya seimbang seperti itu.
Ketika itu terjadi, nanti akan... hidungnya akan beradaptasi maka akan lebih nyaman seperti itu.
Termasuk ya pada... pada pasien-pasien yang mungkin bekerja di tempat-tempat yang banyak debu, yang terlalu lembab, yang terlalu panas seperti itu.
Itu memang sangat disarankan untuk olahraga-olahraga aerob karena ya salah satunya itu untuk apa ya, untuk membiasakan hidung kita supaya dia lebih adaptif lagi dengan lingkungan sekitarnya seperti itu.”
Baca juga: Dok, Cuci Hidung untuk Sinusitis Butuh Berapa Banyak Cairan?
Simak penjelasan lengkapnya dalam tayangan berikut:
Sinusitis sering kali disalahpahami sebagai sekadar flu biasa, padahal, menurut dr. Kristianto Aryo Nugroho, Sp.T.H.T.B.K.L. dari RSUD Bung Karno Surakarta, keduanya adalah hal berbeda.
Sinus sebenarnya adalah rongga alami di sekitar hidung yang berfungsi memperingan struktur tulang wajah, menciptakan resonansi suara, serta melembabkan dan mengatur suhu udara yang masuk ke paru-paru.
Ketika rongga ini mengalami peradangan akibat alergi maupun infeksi virus atau bakteri, kondisi inilah yang disebut sinusitis.
Untuk membedakannya dengan flu biasa, kita bisa melihat dari karakteristik lendir dan jenis nyerinya.
Pada flu biasa, hidung hanya tersumbat ringan dengan lendir encer.
Sementara pada sinusitis, lendirnya jauh lebih kental dan dapat berwarna kuning kehijau-hijauan jika infeksi bakterinya berat.
Selain itu, penderita sinusitis akan merasakan nyeri wajah yang khas di area pipi (maksila), dahi (frontal), atau di antara mata (etmoid), dengan sensasi seperti wajah ditekan atau didorong ke depan, terutama saat posisi menunduk atau sujud.
Penyebab tersumbatnya saluran buang sinus ini sangat beragam.
Selain rinitis alergi dan struktur sekat hidung yang bengkok, infeksi akar gigi geraham yang menjorok ke sinus juga sering memicu kondisi yang disebut sinusitis odontogenik.
Jika diabaikan atau terlambat ditangani, sinusitis bisa berbahaya karena lokasinya yang dekat dengan dasar mata dan dasar otak, sehingga bakteri dapat menginvasi jaringan sekitarnya.
Masyarakat diimbau tidak perlu panik karena pengobatan sinusitis dilakukan bertahap dan tidak selalu berakhir di meja operasi.
Untuk kondisi akut (kurang dari 3 bulan), penanganan dapat menggunakan dekongestan, antiinflamasi, antibiotik jika ada infeksi bakteri, serta terapi cuci hidung secara rutin menggunakan cairan NaCl.
Tindakan operasi umumnya baru dipertimbangkan pada kasus kronis (lebih dari 3 bulan) yang tidak merespon antibiotik, atau jika terjadi kondisi komplikasi yang berat.
(TribunHealth.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.