Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Aceh Barat Daya (Abdya) memberikan donasi kepada pasien yang akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. 

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan untuk membantu seorang pasien bernama Ramli (66), warga Gampong Seujahtera, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya.

Ramli diketahui mengindap penyakit sesak berat akibat trauma tumpul pada bagian dada dan kepala.

Karena tidak memiliki biaya hidup selama pengobatan di RSUZA Banda Aceh, ASN RSUD-TP menunjukkan aksi kemanusiaan.

Ketua Tim Penggalangan Dana Sosial RSUD-TP Abdya, dr Yenni Sandra Dewi, mengatakan keputusan membuka donasi diambil setelah pihak keluarga menyampaikan keberatan untuk menjalani rujukan meski kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.

"Pasien sebenarnya sudah disarankan dirujuk ke RSUZA. Namun, keluarga menolak karena tidak memiliki biaya untuk kebutuhan sehari-hari selama berada di Banda Aceh, sehingga kami melakukan open donasi untuk biaya pendampingan pasien" kata dr Yenni, Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan, aksi solidaritas tersebut muncul secara spontan dari bidan, perawat, dan staf rumah sakit setelah melihat kondisi ekonomi keluarga pasien yang memprihatinkan. 

"Gerakan kemanusiaan ini melibatkan seluruh elemen di lingkungan RSUD-TP Abdya, mulai dari jajaran dokter, bidan, perawat, tenaga administrasi, petugas keamanan (Satpam), hingga masyarakat yang ikut berpartisipasi membantu," ucapnya.

Menurutnya, proses penggalangan dana dipimpin oleh Bendahara tim penggalangan dana sosial, Ayyu Aycon. 

Pengumpulan donasi dilakukan secara door to door ke setiap ruangan rumah sakit dengan membawa kotak sumbangan serta melalui transfer ke rekening bendahara. 

Aksi yang berlangsung sejak Sabtu (11/7/2026) hingga malam hari itu berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp3.255.000. 

Setelah dana terkumpul, bantuan langsung diserahkan kepada keluarga yang saat itu sedang mempersiapkan keberangkatan menuju Banda Aceh.

"Alhamdulillah, bantuan berupa uang sudah kami serahkan langsung kepada keluarga pasien. Saat ini Pak Ramli bersama keluarganya sedang mempersiapkan keberangkatan untuk dirujuk ke RSUZA Banda Aceh," ucaonya.

"Berkat kepedulian seluruh staf RSUD-TP dan masyarakat, Pak Ramli akhirnya bisa diberangkatkan ke RSUZA untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," tambahnya.

Ia menjelaskan, Ramli sebelumnya mengalami sesak napas berat setelah mengalami trauma akibat benturan benda tumpul pada bagian kepala dan dada.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, sebut Yenni, pasien didiagnosis mengalami pneumotoraks atau adanya udara di rongga dada yang menyebabkan gangguan pernapasan. 

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan cedera pada bagian dada sehingga memerlukan pemeriksaan dan membutuhkan tindakan medis yang lebih spesialistik di RSUZA Banda Aceh.

Menurutnya, tim penggalangan RSUD-TP Abdya memiliki kriteria khusus sebelum membuka donasi. 

Bantuan diprioritaskan bagi pasien dari keluarga yang benar-benar kurang mampu serta bersedia menjalani rujukan demi keselamatan medisnya.

"Kalau pasien tidak bersedia dirujuk, meskipun berasal dari keluarga kurang mampu, kami tidak membuka penggalangan dana. Donasi dilakukan bagi pasien yang membutuhkan dan memang siap menjalani rujukan," ucap Yenni.

Baca juga: RSUD-TP Abdya Gelar Pelatihan Komunikasi Efektif Bersertifikat Kemenkes RI

Yenni mengaku bahwa Direktur RSUD-TP Abdya, Ismail Muhammad, memberikan dukungan penuh terhadap aksi kemanusiaan yang dijalankan oleh tim aksi sosial tersebut. 

Tim penggalangan dana sosial sendiri telah dibentuk secara resmi melalui surat keputusan (SK) direktur membantu pasien yang mengalami kendala biaya nonmedis saat menjalani rujukan.

Ia menambahkan, biaya pengobatan pasien memang telah ditanggung melalui BPJS Kesehatan. Namun, kebutuhan hidup pendamping selama berada di Banda Aceh tetap menjadi beban keluarga.

"Meskipun biaya pengobatan pasien sudah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, biaya untuk kebutuhan sehari-hari keluarga yang mendampingi tetap menjadi beban berat bagi warga kurang mampu," sebut Yenni.

Karena itu, tambahnya, kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan untuk meringankan beban keluarga pasien.

"Kami berharap aksi ini dapat memantik rasa kepedulian dan naluri kemanusian kita terhadap sesama terus tumbuh. Bantuan yang diberikan mungkin tidak mencukupi seluruh kebutuhan, tetapi setidaknya dapat meringankan beban keluarga selama mendampingi pasien menjalani pengobatan," ujarnya.

"Semoga bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban keluarga, dan Pak Ramli diberikan kesembuhan serta keselamatan dalam perjalanan rujuk ke Banda Aceh," ucap Yenni.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu Ramli. 

"Semoga Allah membalas seluruh kebaikan para donatur dan memberikan kesembuhan kepada Pak Ramli serta keselamatan selama menjalani perjalanan rujukan ke RSUZA Banda Aceh," ungkap Yenni.

Yeni mengajak seluruh pegawai rumah sakit untuk terus menggalakkan gerakan bersedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. 

Menurutnya, semangat berbagi tidak hanya dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan dan kemuliaan bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Ini adalah wujud nyata pelayanan yang tulus. Mari kita galakkan gerakan bersedekah demi meraih keberkahan hidup dan kemuliaan instansi,” pungkas Yenni. (*)

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.