TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Golongan darah O kerap dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan, mulai dari lebih rentan mengalami kolesterol tinggi hingga menjadi sasaran favorit gigitan nyamuk. Namun, benarkah anggapan tersebut?

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Christy Efiyanti, Sp.PD, menjelaskan, hingga saat ini hubungan antara golongan darah dan kadar kolesterol masih belum dapat dipastikan karena hasil penelitian yang tersedia menunjukkan temuan yang berbeda-beda.

Baca juga: Super Langka, Golongan Darah P Ditemukan di China, Ketahuan saat Tes Darah Rutin

"Beberapa penelitian memang menemukan adanya kadar kolesterol yang lebih tinggi pada individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya. Namun, ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol darah," ujarnya seperti dikutip IPB Podcast, Jumat (10/7/2026).

Menurut dr. Christy, hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit kardiovaskular masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa kadar kolesterol seseorang  lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain dibandingkan golongan darah.

"Gaya hidup merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingginya kadar kolesterol. Pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol menjadi faktor risiko utama," jelasnya.

Selain itu, sejumlah kondisi medis seperti diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, dan gangguan tiroid juga dapat menyebabkan kadar kolesterol meningkat.

Faktor genetik, termasuk familial hypercholesterolemia, turut berperan menyebabkan kolesterol tinggi sejak usia muda.

Dr. Christy menambahkan bahwa usia dan jenis kelamin juga memengaruhi kadar kolesterol.

"Rutin melakukan medical check up agar dapat mendeteksi dini bila ada masalah kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini sebelum terlambat dan sulit diobati," pesannya.

Sedangkan, anggapan bahwa pemilik golongan darah O lebih sering digigit nyamuk ternyata memiliki dasar ilmiah, meski bukan berarti golongan darah lain terbebas dari gigitan nyamuk.

Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof. drh. Upik Kesumawati, menjelaskan bahwa sebuah penelitian di Jepang pada 2004 menemukan nyamuk lebih sering mengisap darah individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya.

"Orang yang bergolongan darah O mempunyai senyawa-senyawa volatil yang lebih banyak dibandingkan orang yang bergolongan darah A. Misalnya menghasilkan asam laktat atau karbon dioksida (CO2) lebih banyak, sehingga lebih mudah dideteksi oleh nyamuk," ujarnya.

Meski demikian, Prof. Upik menegaskan semua orang tetap berpotensi digigit nyamuk.

"Siapa pun bisa dihisap darahnya, hanya saja ada kecenderungan golongan darah O lebih disukai," katanya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa darah merupakan makanan utama nyamuk.

Menurutnya, darah hanya dibutuhkan oleh nyamuk betina untuk proses reproduksi dan pematangan telur.

"Darah yang dihisap nyamuk dibutuhkan untuk reproduksi, bukan sebagai makanan utama," jelasnya.

Sementara nyamuk jantan tidak mengisap darah karena memperoleh sumber energi dari nektar bunga dan cairan tanaman.

(Tribunnews.com/ Rina Ayu Pancarini)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.