SURYA.CO.ID, SURABAYA – Misteri pembunuhan sadis di Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Putat, Sawahan, Surabaya hingga kini belum terkuak, membuat keluarga korban didera rasa pilu sekaligus diselimuti berbagai firasat aneh yang seakan menjadi pertanda kepergian orang tercinta.
Hampir dua pekan berlalu, pelaku yang tega menghabisi SN (51) alias Mbak Har secara keji itu masih melenggang bebas tanpa jejak.
Pihak keluarga kini hanya bisa pasrah dan menitipkan harapan besar disertai doa agar Kepolisian diberikan kemudahan mengungkap kasus itu seterang-terangnya.
Baca juga: Sosok Mbak Har, Perempuan Korban Dugaan Pembunuhan di Kos Putat Jaya Surabaya
Ibunda SN, Sriani, mengaku masih belum bisa sepenuhnya melupakan perangai wajah sosok sang anak.
Sriani masih tak menyangka anak sulungnya itu bakal bernasib nahas menjadi korban pembunuhan.
"Mugo-mugo ndang ketemu sopo sing nganu Har iku (semoga lekas tertangkap pelaku pembunuh Har). Ya saya cuma berharap semoga lekas tertangkap pelakunya," ujarnya saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Kamis (9/7/2026).
Padahal selama ini, Har dikenal sebagai pribadi yang ramah dan suka memberi kepada orang lain.
"Har itu niku grapyak, enggeh loman kale tiang (Har itu ramah dan bersahabat sama orang, bahkan suka memberi ke orang lain)," katanya.
Namun, Sriani tak menampik bahwa adik kandung korban di Jombang sempat memperoleh firasat mimpi buruk yang tak mengenakkan hati beberapa waktu sebelum kejadian nahas itu.
"Adiknya itu sempat mimpi enggak enak, adik kandung di Jombang. Dan memang sudah pernah ada firasat," pungkasnya.
Sementara itu, ponakan atau anak angkat SN, Dimas Adriansyah (22), juga merasakan tiga firasat aneh pada Senin (22/6/2026) malam, saat korban disinyalir dihabisi.
Firasat pertama, motor yang biasa dipakai Dimas mendadak mogok di jalan dibarengi perasaan yang tidak enak.
"Kalau firasat ada. Saat mau berangkat kerja itu, terasa enggak enak. Sampai motor saya kendala mogok di jalan, tapi ya saya enggak berpikiran sampai ke ibuk," katanya.
Firasat kedua, anaknya yang masih balita terus-menerus menangis kencang tanpa sebab pada Selasa (23/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, dan baru diam saat dibawa masuk ke kamar korban di Jombang.
"Anak saya saat malam menangis terus. Nangisnya aneh gitu, kenceng begitu. Biasanya enggak pernah nangis seperti itu. Saat nangis, saya ajak ke kamar ibuk, anak saya diam. Anehnya habis keluar dari kamar ibu, anak saya nangis lagi," jelasnya.
Firasat ketiga dirasakan oleh istri Dimas yang memimpikan korban meminta tolong tepat setelah acara tahlilan tujuh harian.
"Tapi istri saya pernah mimpi kalau ibuk minta tolong. Itu mimpi terjadi selesai pengajian tahlilan tujuh harian. Kata istri saya, ibuk minta tolong," katanya.
Dimas berharap polisi segera menangkap pelaku karena hingga kini pihak keluarga belum mendapat informasi perkembangan penyelidikan.
"Beliau itu selalu suka memberi. Loman (gemar memberi). Apa yang ada ya diberikan. Sama saudara dan tetangga, ya, apa yang dipunya ya diberikan. Di sini juga kalau ada pengajian ya ikut," ujarnya saat dihubungi SURYA.CO.ID pada Kamis (9/7/2026).
"Saya belum dapat informasi sama sekali terkait perkembangan penyelidikan polisi. Jumlah saksi dan siapa saja yang diperiksa. Ya semoga pelakunya lekas tertangkap," pungkas Dimas.
Baca juga: Kematian Mbak Har di Putat Jaya Surabaya Masih Gelap, Warga Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
Aparat kepolisian terus bekerja keras untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku pembunuhan keji itu.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menegaskan jajarannya sedang bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam demi mengungkap identitas terduga pelaku.
Penyidik kini mendalami keterangan saksi serta mengamankan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami terus mengumpulkan berbagai alat bukti," ujar mantan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim itu saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Selasa (7/7/2026).
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.