Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Maria Dolorosa Laban menjadi perempuan pertama asal Kabupaten Sikka yang menjajal profesi sebagai seorang pramugari. 

Dalam Podcast Pos Kupang, Kamis, 09/07/2026 Rosa, begitu dia kerap disapa mengungkapkan, dia menghabiskan 21 tahun hidupnya untuk menekuni profesi ini. 

"Saya menjadi pramugari cukup lama, 21 tahun. Dari lulus SMA tahun 1983 langsung berangkat ke Jakarta. 
Cita-citanya sebenarnya bukan mau jadi pramugari, mau sekolah pariwisata karena papa mau bikin hotel rencananya. Ternyata baru sekolah tiga empat bulan, ada pembukaan penerimaan pramugari..
Kakak saya yang pertama dulu pingin jadi pramugari tapi sama ayah nggak boleh. 
Ya kepingin dong adeknya masuk pramugari," kenangnya. 

Sang ayah, Gayus Laban, juga berkarir di dunia penerbangan sebagai pejabat ground pada zamannya namun tidak menyetujui jika puterinya ingin jadi pramugari. 

Baca juga: Lamar Online, Ini Syarat dan Link Pendaftaran Lowongan Kerja Pramugara-Pramugari Garuda Indonesia


Namun, karena keinginan Rosa cukup kuat untuk menjadi pramugari, dia pun mendaftar ketika Bouraq Airlines membuka lowongan untuk pramugari dan meninggalkan sekolah pariwisata. 

"Puji Tuhan langsung keterima. Masalahnya sekarang sudah keterima harus ada surat izin dari orang tua. 
Saya bilang sama kakak, mbak, gimana nih diminta surat izin dari orang tua. Dia bilang tenang, nanti saya buatkan," ungkapnya. 

Surat itu kemudian dibuatkan oleh sang kakak tanpa sepengetahuan orang tua dan keluarga di Maumere. Mereka hanya tahu Rosa menjalani pendidikan pariwisata. 

Rosa dinyatakan lulus sebagai angkatan 12 di Bouraq Airlines pada tahun 1983/1984 dan penerbangan pertamanya adalah ke kota asalnya sendiri, Maumere. 

Tugas pertama itu disambut dengan sukacita.

"Memang Bouraq rutenya ke NTT, Sulawesi. Senang saya sama orang-orang scheduling, kamu terbang ke Maumere. Senang banget," ujarnya. 

Rute penerbangan pertamanya adalah Surabaya, Denpasar, Maumere, Kupang. 

Ketika tiba di Maumere, sang ayah awalnya tidak bisa berkata-kata saking kagetnya, namun akhirnya mendukung pilihan puterinya dan berpesan untuk bekerja dengan baik. 

Sebagai pramugari, Rosa mengakui, kebanggaan dia secara pribadi adalah karena profesi ini adalah pilihannya sendiri dan dia menyukainya. 

"Setelah terjun, jadi kebanggaan saya itu bisa ketemu banyak orang, saya bisa mengumpulkan pundi-pundi, saya bisa ke mana saja serba gratis," kata Rosa. 

Rosa mengungkapkan, ketertarikannya terhadap dunia penerbangan sebenarnya berawal dari masa kecilnya, ketika sang ayah mengajak mereka ke tempat kerjanya di bandara. 

"Masih kecil waktu di Maumere karena papa itu DMnya Merpati, anak-anak sering diajak ke Bandara. Jadi tunggulah kami di sana. Tiba-tiba ada pramugari yang turun, dikasihlah kami box nasi," ujar Rosa. 

"Anak kecil dia lihat orang dewasa memberi nasi kan kesannya ih bagus, cantik, baik, saya sudah terlintas untuk jadi itu, waktu itu belum tahu namanya apa. Baru tahunya setelah agak gede, pramugari. Akhirnya cita-cita yang sepintas itu terwujud," tambahnya. (uzu)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.