POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan pasar spot, Senin (6/7/2026).

Kondisi itu membuat sejumlah bank nasional mematok kurs jual dollar AS hingga Rp 18.120 per dollar AS.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di level Rp 17.992 per dollar AS pada pukul 11.00 WIB. Rupiah melemah 29,5 poin atau 0,16 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga menembus level Rp 18.000 per dollar AS pada perdagangan hari ini.

"Range pergerakan rupiah Rp 17.900-Rp 18.050," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Senin (6/7/2026).

Lukman menjelaskan, tekanan terhadap rupiah berasal dari penguatan kembali dollar AS menjelang rilis data sektor jasa atau ISM service PMI Amerika Serikat.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati data cadangan devisa Indonesia yang akan dirilis pada Selasa (7/7/2026).

Dia mengungkapkan, pasar mengkhawatirkan posisi cadangan devisa kembali menurun. Sementara itu, kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah berada di level Rp 17.960 per dollar AS pada Jumat (3/7/2026).

Posisi itu menguat dibandingkan Kamis (2/7/2026), ketika kurs rupiah berada di level Rp 17.994 per dollar AS.

Kurs rupiah di sejumlah bank nasional Sejumlah bank besar mematok kurs jual dollar AS di atas Rp 18.000 per dollar AS. Bank Rakyat Indonesia (BRI), misalnya, mematok kurs jual Rp 18.031 per dollar AS. Kurs jual merupakan harga ketika bank menjual dollar AS kepada nasabah. (*)

 

 

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.