BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Daya tarik buah durian Kalteng di Tanah Bumbu Kalsel hingga buruan warga.

Aroma durian asal Kalimantan Tengah (Kalteng) kini mulai semerbak di sejumlah sudut wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Sejak sepekan terakhir, para pedagang musiman mulai menjamur dan memanjakan para pencinta buah berduri ini, Minggu (5/7/2026).

Pantauan di lapangan, ada beberapa titik utama yang menjadi pusat lapak pedagang durian Kalteng, salah satunya berada di kawasan Kapet, di mana berdiri beberapa lapak pedagang yang berjejer di pinggir jalan.

Baca juga: Layani Pengunjung Expo Hari Jadi Ke-76, Pemprov Kalsel Siapkan Bus Shuttle Gratis 

Baca juga: Kondisi Terbaru Akses ke Wisata Pantai Takisung Tanahlaut Kalsel, Dulu Sempat Dikeluhkan Sempit

Selain di Kapet, lapak buah musiman ini juga dapat ditemui di kawasan Plajau, kemudian di depan Kantor Kelurahan Batulucin, serta beberapa titik strategis di pinggir jalan protokol lainnya.

Durian yang dijajakan di lokasi-lokasi tersebut didatangkan langsung dari berbagai daerah penghasil di Kalimantan Tengah, di antaranya ada durian asal Puruk Cahu, Kasongan, Muara Teweh, hingga Ampah.

Salah seorang pedagang durian di kawasan Batulicin, Upik, mengatakan bahwa antusiasme warga Tanah Bumbu terhadap buah durian terbilang sangat tinggi. Setiap kali datang, ia membawa pasokan dalam jumlah yang cukup besar.

Upik mengaku membawa sekitar 1.000 biji durian dari daerah asalnya, jumlah tersebut biasanya bisa habis terjual hanya dalam waktu tiga atau empat hari saja karena banyaknya peminat di Tanah Bumbu.

Namun, ia menambahkan, saat ini persaingan terbilang cukup ketat karena banyaknya pedagang durian lain yang juga membuka lapak. Hal ini terkadang membuat waktu jualan menjadi sedikit lebih lama, meski rata-rata tetap habis dalam tiga hingga empat hari.

"Sudah sering ke Batulicin, karena biasanya kalau musim buah jualan kesini," kata Upik saat ditemui di lapaknya.

Mengenai harga, Upik mematok tarif yang cukup bervariasi dan ramah di kantong, satu buah durian dibanderol mulai dari harga Rp20.000 hingga Rp75.000, di mana perbedaan harga tersebut murni tergantung dari ukuran besar kecilnya buah.

Durian yang dibawanya bukanlah buah yang matang karena hasil tebangan atau diperam secara paksa.

Upik menyampaikan bahwa durian yang ia bawa merupakan durian lampini. Jenis ini adalah durian yang memang masak langsung di batang dan jatuh sendiri dari pohonnya tanpa proses pemeraman.

6 Tips Makan Durian agar Terhindar dari Efek Sampingnya

Buah durian sering dianggap sebagai "rajanya buah-buahan" karena dikenal akan aroma dan rasanya yang nikmat. 

Selain itu, buah dengan tekstur lembut, rasa manis dan creamy ini memang menawarkan profil nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Sebut saja kandung vitamin dan mineral yang tinggi, serat pangan, karbohidrat, protein, lemak, kalium, magnesium, mangan, zat besi, zinc, vitamin A, hingga beta karoten yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian hingga menjaga kesehatan tubuh.

Tapi masalahnya, Carolina Castro, ahli gizi yang berbasis di Australia mengatakan, buah durian juga dapat menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan.

"Asupan berlebihan durian bisa memicu gangguan pencernaan, perut kembung, diare, gejala alergi hingga obesitas," jelasnya, seperti dikutip MSN.

Belum lagi terkait kandungan gula dan pati yang tinggi, jika dikonsumsi berlebihan, durian bisa menyebabkan kadar gula darah melonjak drastis dan berisiko bagi pasien diabetes.

Maka dari itu, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi buah durian agar terhindar dari efek sampingnya.

Cara mengonsumsi durian agar tidak mengganggu kesehatan

Dilansir dari laman Time News, berikut beberapa tips saat menikmati durian agar terbebas dari risiko kesehatan.

1. Batasan makan durian

Supaya terhindar dari efek samping durian, buah yang satu ini perlu dibatasi jumlah konsumsinya.

Batasan aman buah durian itu sekitar 35 gram dalam sekali makan. Takaran ini setara dengan dua biji durian.

2. Pilih durian yang tidak terlalu matang

Semakin matang durian, rasanya akan lebih manis, legit dan nikmat.

Namun semakin buah durian itu matang, makin banyak pula kandungan tepung dan gulanya.

Sebaiknya pilih durian yang mengkal alias yang belum terlalu matang untuk dikonsumsi untuk menghindari asupan gula berlebihan.

3. Tidak dikonsumsi dengan makanan ini

Saat menikmati durian, lebih baik hindari dikonsumsi bersamaan dengan beberapa makanan seperti makanan manis, minuman berenergi, makanan bertepung, makanan bersantan, goreng-gorengan hingga tumis-tumisan.

Kombinasi dari makanan itu bisa membuat kita mengonsumsi lebih banyak kalori dan berpotensi meningkatkan kadar gula darah hingga obesitas dan kolesterol tinggi.

4. Hindari konsumsinya bersamaan dengan minuman beralkohol

Jangan makan durian dan minuman beralkohol sekaligus. Kombinasi itu dapat memicu zat aldehida meningkat di dalam tubuh.

Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan berupa kemerahan pada wajah, mati rasa di sebagian tubuh, pusing hingga muntah.

5. Minum banyak air putih

Setelah konsumsi durian, lebih baik minum banyak air putih. Asupan air putih ini dapat membantu meredakan sensasi "panas" setelah makan durian.

6. Perhatikan kondisi medis yang dialami

Penderita penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, tekanan darah tinggi dan lain-lainnya masih boleh mengonsumsi durian, asalkan dimakan dalam jumlah yang wajar.

Lebih baik, konsultasikan dulu ke dokter terkait untuk mendapatkan rekomendasi atau batasan aman sebelum mengonsumsi durian.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin/kompas.com)

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.