TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria bernama Wang terpaksa mengakhiri pernikahannya setelah istrinya terbukti melakukan perselingkuhan berulang kali.

Meski sempat memberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan, pengkhianatan yang terjadi hingga lima kali membuatnya kehilangan harapan untuk mempertahankan rumah tangga.

Dikutip dari Eva, pada Minggu (28/6/2026), Wang dan istrinya diketahui telah saling mengenal sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama di Guangzhou, Tiongkok.

Keduanya mulai menjalin hubungan ketika berusia 15 tahun.

Hubungan tersebut kemudian berlanjut hingga mereka dewasa, melewati masa sekolah, membangun karier, hingga akhirnya memutuskan untuk menikah.

Pasangan tersebut awalnya percaya bahwa hubungan yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun akan menjadi fondasi kuat untuk membangun keluarga bahagia.

Namun, setelah menjalani kehidupan rumah tangga, berbagai permasalahan mulai bermunculan dan membuat hubungan mereka perlahan mengalami keretakan.

Menurut pengakuan Wang, selama enam tahun pernikahan, istrinya beberapa kali terlibat hubungan dengan pria lain.

Setiap kali perselingkuhan itu diketahui, sang istri disebut selalu mengakui kesalahan dan berjanji untuk memperbaiki diri.

Karena masih memiliki perasaan dan berharap rumah tangganya dapat dipertahankan, Wang memilih untuk memberikan kesempatan berkali-kali.

Ia mencoba memaafkan kesalahan istrinya dengan harapan hubungan mereka dapat kembali membaik.

Namun, janji untuk berubah tidak membuat masalah tersebut berhenti.

Peristiwa serupa kembali terjadi hingga akhirnya Wang mengetahui bahwa istrinya kembali berselingkuh untuk kelima kalinya.

Setelah kejadian tersebut, Wang memutuskan untuk menghentikan upaya mempertahankan pernikahan mereka.

Ia kemudian mengambil langkah untuk mengajukan perceraian karena merasa kepercayaan yang menjadi dasar hubungan mereka sudah tidak dapat dipulihkan.

Meski mengakui kesalahan atas perselingkuhan yang dilakukan, sang istri menyampaikan bahwa permasalahan dalam rumah tangga mereka memiliki latar belakang yang lebih panjang.

Ia menilai kehancuran hubungan mereka bukan hanya disebabkan oleh tindakannya, melainkan juga karena berbagai masalah yang telah lama terjadi dalam kehidupan pernikahan mereka.

Sang istri mengungkapkan bahwa setelah menikah, dirinya merasa kehidupan rumah tangga yang dijalani penuh tekanan.

Ia mengaku sering mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya, termasuk ketika dirinya sedang mengandung.

Selain itu, hubungan dengan ibu mertua juga disebut tidak berjalan baik.

Ia merasa sering mendapatkan tekanan, diawasi, dan dinilai dalam kehidupan sehari-hari.

Situasi semakin sulit ketika Wang mengalami kecelakaan lalu lintas serius yang berdampak pada kondisi kesehatannya.

Akibat kejadian tersebut, Wang tidak lagi dapat mempertahankan pekerjaan secara stabil sehingga kondisi ekonomi keluarga ikut terdampak.

Dalam kondisi tersebut, beban mencari nafkah lebih banyak berada di tangan sang istri.

Ia kemudian meninggalkan kampung halaman dan pergi ke kota lain untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Meski tetap mengirimkan uang secara rutin kepada keluarga, sang istri mengaku merasa kurang mendapatkan perhatian dan dukungan emosional dari suami maupun keluarga suaminya.

Menurutnya, komunikasi yang terjadi lebih sering hanya membahas masalah keuangan, sementara kondisi dirinya yang harus hidup jauh dari rumah dan menghadapi tekanan seorang diri jarang mendapat perhatian.

Perasaan kesepian yang berlangsung dalam waktu lama membuatnya merasa semakin kehilangan kedekatan emosional dalam pernikahan.

Ketika kemudian ada pria lain yang memberikan perhatian, mendengarkan keluhannya, dan berbagi cerita dengannya, ia mengaku tidak mampu menjaga batasan hubungan tersebut.

Meski demikian, sang istri tetap mengakui bahwa perselingkuhan yang dilakukan merupakan kesalahan dan tidak dapat dibenarkan.

Ia berharap orang lain dapat melihat bahwa tindakan tersebut terjadi dalam kondisi rumah tangga yang telah lama dipenuhi permasalahan yang tidak terselesaikan.

Di tengah proses perceraian, persoalan hak asuh anak menjadi salah satu hambatan terbesar.

Sang istri mengatakan dirinya tidak menolak perceraian, tetapi ingin mendapatkan hak untuk merawat anak-anaknya secara langsung.

Sementara itu, keluarga Wang tidak menyetujui permintaan tersebut.

Perbedaan pandangan mengenai hak pengasuhan anak membuat proses perceraian mereka berjalan lebih rumit dan sempat mengalami kebuntuan.

Seiring berjalannya waktu, Wang juga mulai menyadari bahwa dirinya memiliki bagian dalam kehancuran rumah tangga tersebut.

Ia mengakui bahwa dirinya tidak cukup memberikan perhatian terhadap kesulitan yang dialami istrinya ketika harus bekerja jauh dari rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun, kesadaran tersebut datang ketika hubungan mereka sudah berada di titik yang sulit diperbaiki.

Serangkaian perselingkuhan yang terjadi telah membuat kepercayaan di antara keduanya hilang.

 

(cr31/tribun-medan.com)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.