TRIBUNMANADO.CO.ID- Setiap orang yang lahir di dunia pasti memiliki orang tua.

Sehingga mereka layak untuk dihormati dan dicintai, bagaimanapun keadaan mereka.

Dalam Alkitab juga kita diajarkan untuk menghormati orang tua.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Mazmur 18:2, Tuhan Adalah Perlindunganku

Berikut renungan harian Kristen berjudul Menaati Orang Tua Dalam Tuhan.

Bacaan Alkitab dalam Efesus 6:1.

Orang tua, ayah dan ibu, mama dan papa atau sebutan apapun, adalah anugerah terindah yang Tuhan karuniakan dalam hidup semua umat manusia.

Orang tua melakukan segalanya, untuk kebaikan anak-anaknya bahkan rela mengorbankan hidupnya demi keturunannya. 

Bagi orang tua, Anak-anak adalah segalanya. Maka menjadikan dan mengabdikan tujuan hidupnya untuk masa depan anak yang terbaik.

 Mereka adalah representasi kehadiran kasih Allah di dunia, maka Allah mengajarkan agar anak-anak harus menghormati orang tuanya.

Memang orang tua juga adalah manusia. Penuh keterbatasan, kekurangan dan kelemahan.

Tetapi dari segala kekurangannya itu, dia selalu melakukan dan memberikan yang paling baik bagi anak-anaknya. 

Bahkan, lebih memikirkan dan mementingkan anak-anak dari pada mengurus dan mengutamakan diri sendiri. 

Apa yang dia kerjakan dan lakukan, semuanya diperuntukkan bagi masa depan penerus keturunannya.

Jadi hidup mereka sepenuhnya didedikasikan untuk kelangsungan hidup anak-anaknya. 

Mereka selalu berusaha memberikan kasih yang sempurna, walau di tengah segala kekurangan dan kelemahannya.

Realitas inilah yang hendak diingatkan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Efesus.

Dia menasihati jemaat mula-mula di sana, agar jangan lupa diri. 

Jangan karena sudah sukses, berhasil atau mendapatkan banyak berkat, melupakan orang yang paling berjasa dalam hidupnya. 

Sebab, seburuk dan sejelek apapun orang tua, tak akan mungkin ada dan lahir kita tanpa mereka. 

Baik ibu maupun ayah, menyerahkan hidupnya sepenuhnya untuk membesarkan anak-anaknya dan mempersiapkan masa depan yang terbaik mereka, tanpa memikirkan segala penderitaan, kekurangan dan kelemahan mereka. 

Bahkan sekalipun terkadang tidak dikasihi, mereka tetap mengasihi anak-anaknya dengan sepenuh dan setulus hati.

Paulus mengingatkan kepada semua jemaat agar mereka menghormati dan menaati orang tua.

Sebab pengajaran mereka adalah kehidupan. Mereka mengajar agar kita tahu apa yang terbaik untuk hidup kita. 

Maka semua pengajaran orang tua harus ditaati dan dituruti dalam Tuhan. Karena memang haruslah demikian. 

Orang tua adalah penunjuk jalan hidup manusia terdekat dan terbaik, selain Tuhan karena kesempurnaan-Nya yang tiada bertara. 

Ingat bahwa orang pertama yang menolong kita saat tak berdaya adalah orang tua. 

Kita mengetahui segala hal, dari mereka. 

Karena itu taatilah mereka. Jika kita menyayangi diri kita, maka kita harus menaati orang tua.

Menaati orang tua berarti mencintai hidup kita sendiri.

Menaati orang tua berarti menikmati masa depan yang baik. 

Menaati orang tua adalah jaminan kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan hidup. 

Karena apa yang mereka ajarkan adalah untuk menyelamatkan kita dari jurang kehancuran. 

Memang banyak orang tua yang cara hidupnya tidak seperti kita inginkan, atau mereka terkadang jatuh. 

Tapi percayalah, sesungguhnya dalam hati mereka tersimpan kasih dan cinta yang tulus dan tak terhingga bagi kita.

Ingatlah juga bahwa orang tua tidak pernah menjadi mantan.

Tidak ada mantan orang tua dan mantan anak.

Makanya itu, rasul Paulus menegaskan bahwa umat Tuhan harus menaati orang tua. 

Menaati orang tua sama dengan menaati Tuhan. Sebab itu justeru perintah Tuhan. Jangan menjauh dari didikan orang tua.

Sebab itu adalah pengajaran hikmat yang menghidupkan kita, bukan hanya untuk kehidupan di dunia, tapi sampai dalam kekekalan. 

Yang tidak menaati orang tua, menuju negeri kekelaman dan kebinasaan, bukan kekekalan dan keselamatan. 

Demikian firman Tuhan hari ini. 

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. (ay 1)

Sahabat Kristus, rasul Paulus mengajarkan kita untuk menaati orang tua dalam Tuhan.

Artinya, kita harus mengikuti nasihat orang tua dalam takut akan Tuhan. Dasar ketaatan kita adalah Tuhan, sehingga ketaatan kita adalah tulus, seperti kita melakukannya untuk Tuhan. 

Juga kita pahami bahwa ketaatan kita kepada orang tua, sejauh yang diajarkan itu adalah apa yang bersumber dari Tuhan.

Jika itu bertentangan dengan kehendak Tuhan, tentu itu jangan dituruti. 

Jadi ketaatan kita kepada orang tua adalah seperti kepenurutan kita kepada Allah.

Kita melakukan semuanya dalam takut akan Tuhan, sehingga kita tidak terjebak dan jatuh dalam kesesatan.

Maka taatilah orang tua dalam takut akan Tuhan. Maka Tuhan Yesus pasti menyertai dan memberkati kita. Amin

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.