TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU – Bangunan warung milik warga di Dusun Sekora, Desa Senangak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau hangus terbakar, pada Jumat 26 Juni 2026 sore. 

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa memilukan tersebut, bangunan fisik beserta seluruh barang berharga di dalamnya dipastikan tidak dapat diselamatkan dari amukan si jago merah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sekadau, Eko Sulistyo, menjelaskan kronologi awal penanganan musibah ini.

Pihaknya justru menerima informasi terkait kebakaran tersebut setelah petugas melakukan patroli siber dan mengetahui adanya unggahan warga di media sosial mengenai musibah kebakaran yang sedang terjadi di wilayah pedalaman tersebut.

"Setelah mendapatkan informasi, kami langsung melakukan verifikasi dan memastikan bahwa memang benar telah terjadi kebakaran. Selanjutnya petugas diterjunkan ke lokasi untuk melakukan investigasi dan pendataan," ujar Eko.

Berdasarkan hasil pendataan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal oleh petugas di lapangan, objek yang terbakar merupakan sebuah bangunan warung berukuran 7x7 meter milik seorang warga bernama Nobertus Titus.

Naasnya, saat kejadian mengerikan itu berlangsung, bangunan dalam keadaan kosong melompong dan terkunci rapat karena pemiliknya sedang beraktivitas di luar rumah.

Baca juga: Gaduh Medsos Pasien Dipulangkan Paksa RSUD Sekadau, Dua Belah Pihak Kompak Bantah Beberkan Kenyataan

Kronologi Kejadian dan Upaya Mandiri Warga

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata bernama Juminah sekitar pukul 16.00 WIB. Saat melintas di sekitar lokasi, ia dikejutkan oleh pemandangan kobaran api yang membubung tinggi disertai asap hitam pekat yang sudah membesar, keluar dari bangunan warung yang mayoritas strukturnya berbahan kayu mudah terbakar.

"Ibu Juminah yang melihat api langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya," jelas Eko.

Mendengar teriakan histeris tersebut, puluhan warga Dusun Sekora langsung berhamburan keluar rumah. Mereka secara spontan bergotong-royong berupaya menjinakkan api menggunakan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi kejadian.

Namun, kombinasi antara material bangunan yang didominasi kayu kering dan keterbatasan pasokan air di lokasi membuat kobaran api dengan sangat cepat meluas dan melumat seluruh bangunan beserta isinya.

"Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIB setelah warga berjibaku selama kurang lebih satu setengah jam menggunakan peralatan sederhana," tambahnya.

Kerugian Material: Starlink hingga Dokumen Penting Hangus

Dampak dari kebakaran ini menyisakan kerugian material yang cukup besar bagi korban.

Selain kehilangan tempat usaha berukuran 7x7 meter, sejumlah barang elektronik bernilai tinggi yang menjadi andalan operasional warung di daerah tersebut turut musnah menjadi arang.

Di antara barang-barang yang terbakar adalah satu set perangkat internet satelit Starlink, perlengkapan sistem pembangkit listrik panel surya (solar panel), serta berbagai berkas dan dokumen penting milik keluarga korban yang disimpan di dalam warung.

Tim investigasi dari DPKP Sekadau yang tiba di lokasi pasca-pemadaman memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kebakaran ini murni menyebabkan kerugian material yang masif dan sempat memicu kepanikan luar biasa bagi warga sekitar yang khawatir api akan merembet ke bangunan rumah lainnya.

Mengenai pemicu awal petaka ini, Eko Sulistyo mengatakan hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui secara instan dan masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.

"Petugas telah melakukan pengecekan lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan serta memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar terkait pencegahan kebakaran," katanya.

Ia juga mengimbau dan mengingatkan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian darurat kebakaran kepada DPKP Sekadau sesegera mungkin, agar proses penanganan dan evakuasi dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan meminimalkan dampak kerugian.

Jarak Jauh dan Akses Jalan Rusak Jadi Kendala Petugas

Dalam proses penanganan dan respons terhadap kejadian ini, petugas pemadam kebakaran di lapangan dihadapkan pada tantangan geografis yang cukup berat.

Petugas menghadapi kendala berupa jarak lokasi kejadian yang terbilang cukup jauh dari Posko Induk Pemadam Kebakaran, yakni berjarak sekitar 55 kilometer.

Tantangan tersebut diperparah oleh kondisi akses infrastruktur jalan menuju Dusun Sekora yang banyak mengalami kerusakan, sehingga menghambat laju kendaraan petugas.

Namun demikian, berkat kegigihan di lapangan, proses investigasi teknis dan pendataan korban tetap dapat dilaksanakan secara maksimal hingga selesai pada pukul 17.15 WIB. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.