TRIBUNJAKARTA.COM - Insiden kecelakaan hari ini di Banyuasin, Bus MPM hendak menyalip menabrak truk pada Kamis (25/6/2026).
Peristiwa kecelakaan adu banteng itu tepatnya di Jalintim Palembang-Betung, KM 33 Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan yakni bus penumpang MPM nopol BA 7111 OU yang dikemudikkan Al Batris Suwandra Safrizal dengan truk trailer nopol B 9266 UEH dengan sopir Budi Harto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara, kecelakaan bermula ketika bus penumpang MPM dengan nomor polisi (nopol) BA 7111 OU melaju dari arah Palembang menuju ke arah Jambi.
Kendaraan komersial tersebut diketahui dikemudikan oleh sopir bernama Al Batris Suwandra Safrizal.
Sesaat setelah melintasi jalanan di KM 33 Desa Pulau Harapan, sopir bus MPM diduga mencoba berspekulasi dengan mengambil keputusan masuk ke lajur kanan (jalur berlawanan) dengan maksud mendahului kendaraan lain yang berada di depannya.
Namun nahas, kalkulasi jarak di lapangan rupanya meleset.
Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan (arah Betung menuju Palembang) melaju satu unit truk trailer dengan nopol B 9266 UEH yang dikemudikan oleh Budi Harto.
Karena ruang gerak menyempit dan jarak kedua kendaraan sudah terlampau dekat, aksi pengereman darurat tidak mampu membendung momentum laju kendaraan.
Tabrakan adu kambing pada bagian depan sudut kendaraan pun tidak dapat dihindarkan.
Kapolres Banyuasin melalui Kasatlantas Polres Banyuasin, AKP Sayyid Malik Ibrahim, membenarkan terjadinya peristiwa kecelakaan yang melibatkan angkutan umum lintas provinsi tersebut.
Pihaknya langsung menerjunkan unit Gakkum Satlantas Polres Banyuasin menuju TKP guna melakukan sterilisasi arus lalu lintas serta melakukan sirkulasi olah data awal kejadian.
"Terkait insiden kecelakaan di KM 33 Sembawa tersebut, armada kendaraan yang terlibat saat ini sudah berhasil kami evakuasi ke pos polisi terdekat agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Perkara ini masih dalam proses penyelidikan intensif oleh anggota Satlantas," ungkap AKP Sayyid Malik Ibrahim singkat saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).
Para penumpang dan sopir yang mengalami luka-luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis.
"Saya mau ke Pangkalan Balai, ini masih jalan perlahan. Banyak mobil yang berupaya saling salip dan melawan arus, jadi penyebab kemacetan," ujar Cahyo, warga Palembang yang melintas di lokasi.
Akibat benturan keras tersebut, bagian depan bus penumpang MPM dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah (ringsek).
Beruntung, sirkulasi evakuasi dari pihak kepolisian bersama warga sekitar bergerak cepat sehingga badan jalan dapat segera diclearkan guna mencegah kemacetan total.
(TribunJakarta.com/Sripoku/TribunSumsel)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.