Oleh: Petrus Sunardi, S.Pd.M.Pd, Guru Kelas VI dan Ketua Adiwiyata 

TRIBUNNEWS.COM - SD Kanisius Keprabon 01 Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya peduli dan berbudaya lingkungan melalui pelaksanaan Program Adiwiyata.  

Program ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan lingkungan hidup sejak usia dini. Kegiatan Adiwiyata di sekolah dilaksanakan 
secara terpadu melalui berbagai kelompok kerja (Pokja), yaitu Pokja Kebersihan dan Sanitasi, Pokja Hayati dan Penghijauan, Pokja Konservasi Air, Pokja Konservasi Energi, serta Pokja 
Pengelolaan Sampah.  

Kelima pokja tersebut sejalan dengan aspek utama Program Adiwiyata yang menekankan kebersihan dan sanitasi, keanekaragaman hayati, konservasi air dan energi, serta pengelolaan sampah. 

Pokja Kebersihan dan Sanitasi  

Pokja Kebersihan dan Sanitasi berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.  

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi piket kelas harian, kerja bakti rutin, gerakan Jumat Bersih, pemeliharaan toilet sehat, serta pengawasan kebersihan saluran drainase sekolah.  

Peserta didik dibiasakan untuk menjaga kebersihan kelas, halaman sekolah, dan fasilitas umum sebagai bentuk pembiasaan hidup bersih dan sehat. 

Selain itu, kader Adiwiyata turut melakukan kampanye kebersihan melalui poster, slogan 
lingkungan, dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga sanitasi sekolah.  

Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.  

Pokja Hayati dan Penghijauan

RUANG HIJAU - Foto siswa siswi yang sedang belajar di ruang hijau yang ada di SD Kanisius Keprabon 01 pada Selasa (3/4/2026).
RUANG HIJAU - Foto siswa siswi yang sedang belajar di ruang hijau yang ada di SD Kanisius Keprabon 01 pada Selasa (3/4/2026). (Tribunnews.com/Istimewa)

Sebagai sekolah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, SD Kanisius Keprabon 01 mengembangkan berbagai kegiatan penghijauan dan pelestarian keanekaragaman hayati. 

Peserta didik bersama guru melakukan penanaman pohon pelindung, tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA), serta tanaman sayuran di kebun sekolah. 

Setiap kelas bertanggung jawab merawat tanaman yang ada di area masing-masing sehingga tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Taman sekolah juga
dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual untuk mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, maupun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.  

Lingkungan sekolah yang hijau dan asri memberikan manfaat berupa udara yang lebih sejuk, indah, dan nyaman untuk belajar.

Pokja Konservasi Air 

Kesadaran untuk menggunakan air secara bijaksana ditanamkan melalui kegiatan Konservasi air.  

Sekolah mengajak peserta didik untuk membiasakan menutup keran setelah digunakan,
memanfaatkan air secukupnya saat mencuci tangan, serta menjaga kebersihan tempat
penampungan air. 

Selain itu, sekolah memanfaatkan sarana pembelajaran berbasis lingkungan dengan
mengamati penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari dan mengintegrasikan materi
konservasi air dalam proses pembelajaran.  

Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami
bahwa air merupakan sumber daya yang harus dijaga keberlangsungannya demi kehidupan
masa depan.

Pokja Konservasi Energi 

TABUNG AIR HUJAN - Foto para siswa dan guru SD di Kanisius Keprabon 01 yang sedang menyiram tanaman dengan Tabung Air Hujan (Bung Irjan) pada Rabu (15/4/2026).
TABUNG AIR HUJAN - Foto para siswa dan guru SD di Kanisius Keprabon 01 yang sedang menyiram tanaman dengan Tabung Air Hujan (Bung Irjan) pada Rabu (15/4/2026). (Tribunnews.com/Istimewa)

Pokja Konservasi Energi membangun budaya hemat energi di lingkungan sekolah. 
Peserta didik dibiasakan mematikan lampu, kipas angin, LCD proyektor, dan perangkat elektronik lainnya ketika tidak digunakan.  

Guru juga mengintegrasikan materi penghematan energi dalam pembelajaran sehingga peserta didik memahami pentingnya penggunaan energi secara efisien. 

Melalui gerakan "Hemat Energi Mulai dari Diri Sendiri", seluruh warga sekolah diajak
menjadi teladan dalam penggunaan energi yang bertanggung jawab.  

Kegiatan ini tidak hanya mengurangi pemborosan energi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.  

Pokja Pengelolaan Sampah 

Pengelolaan sampah menjadi salah satu program unggulan Adiwiyata di SD Kanisius
Keprabon 01 Surakarta.  

Sekolah menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui kegiatan pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos, ecobrick, serta pemanfaatan barang bekas menjadi karya kreatif. 

Peserta didik dibiasakan membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai
jenisnya.  

Sampah organik dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos yang digunakan
kembali untuk menyuburkan tanaman sekolah.  

Kegiatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan pengalaman belajar nyata mengenai ekonomi sirkular dan
pelestarian lingkungan.

Penutup 

Melalui pelaksanaan Program Adiwiyata yang melibatkan seluruh warga sekolah, SD
Kanisius Keprabon 01 Surakarta berhasil membangun budaya peduli lingkungan yang nyata dan berkelanjutan.  

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pokja Kebersihan dan Sanitasi, Pokja Hayati dan Penghijauan, Pokja Konservasi Air, Pokja Konservasi Energi, dan Pokja
Pengelolaan Sampah menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik yang bertanggung jawab, peduli, dan cinta lingkungan.
Dengan semangat "Sekolah Bersih, Hijau, Sehat, dan Berkarakter", SD Kanisius Keprabon
01 Surakarta terus berupaya mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman, berbudaya
lingkungan, serta mendukung terciptanya generasi yang peduli terhadap kelestarian bumi
demi masa depan yang berkelanjutan. 

(*) 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.