BOLASPORT.COM - Gelandang Timnas Austria, Konrad Laimer, menuding adanya perlakuan spesial yang diberikan wasit kepada Argentina saat kedua tim bertemu di fase grup Piala Dunia 2026.
Lionel Messi dkk mencundangi Austria dengan skor 2-0 pada matchday 2 Grup J Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Senin (22/6/2026) waktu setempat.
Sang raja trofi Ballon d'Or kembali memborong semua gol Timnas Argentina, seperti halnya di laga pertama kontra Aljazair (3-0).
Ukiran brace Messi juga menegaskan statusnya sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan 1 gol.
Di balik kegemilangan tim juara bertahan dan rekor ajaib kaptennya, selalu ada kontroversi.
Kali ini Konrad Laimer menyoroti sejumlah insiden pelanggaran yang tak digubris wasit Amin Omar dalam duel tersebut.
Laimer menilai wasit asal Mesir itu mengeluarkan banyak keputusan yang merugikan Timnas Austria.
Dia berasumsi bahwa Timnas Argentina seperti anak emas yang kerap mendapatkan perlakuan istimewa dari otoritas pertandingan.
"Kami sempat menguasai bola dengan baik, tapi pada akhirnya hasil pertandingan ditentukan oleh hal-hal kecil," ucap gelandang Bayern Muenchen tersebut.
"Saya tidak tahu berapa banyak pelanggaran yang mereka lakukan, tapi rasanya mereka bisa saja melakukan 700 pelanggaran tanpa mendapat sanksi."
"Mereka baru mendapat kartu kuning pertama setelah menit ke-70," katanya, dikutip BolaSport.com dari Voetbal International.
Laimer bersungut-sungut karena dirinya menjadi korban salah satu insiden yang dilakukan striker Tim Tango, Lautaro Martinez.
Dalam sebuah momen di ujung babak pertama, Laimer dan Martinez terlibat aksi perebutan bola di dekat garis tepi lapangan.
Tayangan lambat memperlihatkan Martinez mendaratkan pukulan ke kepala Laimer dan menendangnya dari belakang hingga pemain Austria itu terguling kesakitan.
Wasit Omar tidak menganggapnya layak dijatuhi sanksi kartu kuning.
"Entah kenapa, kartu kuning sepertinya sudah jarang dikeluarkan belakangan ini," lanjut Konrad Laimer.
"Saya tahu seharusnya saya tidak perlu memikirkannya karena hal itu tidak ada gunanya."
"Tapi, hal itu memang membuat segalanya jadi sulit. Tentu saja, kami sendiri juga tidak bermain dengan sempurna."
"Jika kehilangan bola tanpa alasan yang jelas, mereka sangat berbahaya saat melakukan serangan balik."
"Begitu Lionel Messi mendapat bola, dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya. Dia sangat, sangat ahli dalam hal itu," tambahnya.
Adapun insiden lain yang disorot adalah proses terjadinya gol pertama Lionel Messi yang dibumbui kontroversi.
Legenda Man United, Peter Schmeichel, menganggap gol tersebut tidak sah karena didahului pelanggaran Alexis Mac Allister terhadap Xaver Schlager di area tengah lapangan.
"Menurut saya, gol itu seharusnya tidak sah," kata Schmeichel dalam analisisnya sebagai pandit Fox Sports.
"Ada tendangan dari belakang yang mengenai tubuh pemain. Kejadian ini (seharusnya) diberikan tendangan bebas."
"VAR sepatutnya membatalkan keputusan itu. Kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit," ujar mantan kiper top Timnas Denmark.
Terlepas dari klaim Laimer soal Timnas Argentina yang kebal hukum, dia melunak saat membicarakan sosok Lionel Messi.
Dengan penuh respek, pemain 29 tahun tersebut menganggap Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa.
"Kontrol bolanya, umpan terakhirnya, ketenangannya. Luar biasa, meskipun dia memang gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan," ucap Laimer.
"Rasanya lucu melihat bagaimana dia hanya berdiri diam di setiap pertandingan. Saat mendapatkan bola, dia bisa membuat perbedaan."
"Sungguh menakjubkan bisa bermain melawan para pemain terbaik di dunia," imbuh eks pemain RB Leipzig.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.