TRIBUNJABAR.ID,PURWAKARTA- Urban farming sedang jadi tren di masyarakat. Memanfaatkan keterbatasan lahan, tradisi berkebun di rumah jadi pilihan banyak warga untuk memenuhi kebutuhan pangan rumahan.
Saat ini, banyak warga bisa mendapatkan benih sayuran maupun buah-buahan di toko pertanian terdekat. Tak hanya itu, pilihan media tanam memudahkan urban farming bisa dilakukan.
Urban farming juga jadi tren kekinian masyarakat perkotaan. Saat ini, benih sayuran maupun buah-buahan salah satunya banyak yang diproduksi oleh produsen benih asal Purwakarta, Jawa Barat, East West Seed Indonesia.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Kembangkan Urban Farming Berkelanjutan Kebun Gizi Rawajaya
Isak Heryawan, Vice President Director PT East West Seed Indonesia, mengatakan bahwa keterlibatan Ewindo merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung berbagai inisiatif yang mendorong masyarakat semakin dekat dengan pertanian.
“Ketahanan pangan kota dimulai dari ketahanan lingkungan dan keterlibatan masyarakat di dalamnya. Urban farming bukan hanya tentang menanam pangan, tetapi juga menghadirkan akses terhadap pangan segar dan sehat, sekaligus membangun kota yang lebih hijau, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim,” ujar Isak di Purwakarta, Senin (22/6/2026).
Warga di Jakarta, Bandung hingga kota-kota besar lainnya, sudah banyak yang memulai gaya hidup urban farming. Berbekal lahan terbatas, pot, media tanam hingga benih yang didapat dengan mudah di market place maupun toko pertanian, tradisi urban farming jadi meluas. Benih sayuran dan buah-buahan yang diproduksi East West Seed maupun produsen lainnya, saat ini dijual per kemasan dengan harga terjangkau. Benih-benih tersebut ditabur di media tanam, dirawat kemudian dengan sendirinya akan tumbuh. Sesederhana itulah dalam memulai urban farming di pekarangan rumah.
Menurutnya, di Jakarta hingga Bandung dan kota-kota besar lainnya, pertanian perkotaan tidak hanya menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan, namun juga bagian dari upaya membangun kota yang lebih tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Kebun-kebun yang tumbuh di pekarangan rumah, RPTRA, gang hijau, hingga atap gedung mampu menambah ruang hijau produktif, memperbaiki kualitas udara, sekaligus memperpendek rantai distribusi pangan," kata dia.
Ia mencatat, di Jakarta, sudah ada sebanyak 562 kelompok tani urban ikut berpartisipasi, terdiri atas 177 kelompok di Jakarta Selatan, 148 kelompok di Jakarta Timur, 127 kelompok di Jakarta Barat, 58 kelompok di Jakarta Utara, dan 52 kelompok di Jakarta Pusat.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.