TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Seorang warga bernama Ferdinan Tolan S Th (43), yang berprofesi sebagai guru SD meninggal dunia pada Kamis 18 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, diduga akibat tersambar petir.

Diketahui, korban merupakan warga Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Freddy Surya Purnama menerangkan, berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban pergi untuk memperbaiki saluran air bersih, meskipun kondisi cuaca sedang hujan disertai petir. 

Setelah selesai memperbaiki saluran air, korban diduga berhenti di sekitar pohon durian yang berada tidak jauh dari lokasi.

Karena korban tidak kunjung pulang, pihak keluarga menyuruh anak bungsunya untuk menyusul. 

"Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri di bawah pohon durian. Korban kemudian dibawa pulang ke rumah oleh keluarga," ujar Kapolsek pada Jumat 19 Juni 2026.

Lanjut Kapolsek, Bidan yang melakukan pemeriksaan awal menyatakan korban telah meninggal dunia. 

"Pada tubuh korban ditemukan luka yang diduga akibat sambaran petir, berupa bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh pada bagian belakang pinggang," terang Iptu Freddy.

Baca juga: Ahli Waris Gugat Pemda Landak dan BPN Terkait Sertifikat Lapangan Bardanadi Ngabang 

Tidak Ada Tindak Pidana

Kapolsek menambahkan, berdasarkan hasil pengecekan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi," ungkapnya.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem.

"Khususnya menghindari aktivitas di area terbuka maupun berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir, guna mencegah kejadian serupa," pungkasnya. 

Cara Mencegah Tersambar Petir di Luar Ruangan

Tunda aktivitas luar ruangan saat hujan deras atau langit mendung pekat.

Pantau kondisi cuaca sebelum berangkat, terutama di daerah rawan hujan petir seperti Kalimantan Barat.

Hindari area terbuka (lapangan, sawah, kebun) karena tubuh bisa menjadi penghantar listrik.

Jangan berteduh di bawah pohon karena batang pohon bisa menghantarkan arus petir.

Jauhi tiang listrik, menara, atau bangunan tinggi yang rawan tersambar.

Ikuti aturan 30-30: jika kilat terlihat dan suara guntur terdengar kurang dari 30 detik, segera masuk ke bangunan atau kendaraan tertutup.

Hindari aktivitas dengan air (memancing, berenang, mandi hujan) karena air adalah penghantar listrik.

Jangan menyentuh logam atau menggunakan payung logam saat hujan petir. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.