TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK – Kecamatan Mempawah Hulu kini menjadi salah satu wilayah strategis di Kabupaten Landak yang menyimpan potensi ekonomi luar biasa.
Berdasarkan potret data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) serta dokumen pemetaan daerah, kecamatan yang berpusat di Karangan ini menunjukkan performa menjanjikan di sektor agraris, sekaligus menyimpan aset wisata budaya dan alam yang belum tergarap optimal.
Metode pengolahan data BPS regional menegaskan bahwa struktur ekonomi Mempawah Hulu masih ditopang kuat oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
Sektor ini menyumbang porsi dominan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, menjadikannya katup pengaman ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja utama.
Komoditas padi, baik padi sawah maupun padi ladang (gogo), tetap menjadi komoditas pangan utama masyarakat setempat.
Selain tanaman pangan, bentang alam Mempawah Hulu sangat adaptif bagi komoditas perkebunan rakyat, khususnya karet dan kelapa sawit.
ketergantungan pada sektor hulu murni tanpa hilirisasi membuat pendapatan petani rentan berfluktuasi mengikuti harga pasar global.
BPS juga menangkap bahwa tantangan terbesar wilayah ini berada pada aspek aksesibilitas infrastruktur jalan.
Perbaikan interkoneksi jalan antar-desa (seperti di kawasan Desa Tunang dan Sabaka) diproyeksikan menjadi game changer yang mampu memotong biaya logistik pertanian secara signifikan.
Mempawah Hulu tidak hanya berbicara tentang angka produksi tonase karet dan padi.
Sektor pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism) dan kebudayaan merupakan potensi under-the-radar yang siap melesat.
Baca juga: Warga Diajak Aktif Gunakan Layanan 110, Polres Mempawah Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas
Beberapa aset potensial yang tercatat meliputi:
Wisata Alam:
Keberadaan air terjun alami seperti Riam Tikalong dan Riam Siname, serta potensi wisata religi/alam di kawasan Bukit Tiang Tanjung.
Wisata Budaya:
Agenda tahunan Naik Dango—upacara adat syukur atas panen padi masyarakat Dayak, merupakan magnet kultural yang memiliki nilai jual pariwisata tinggi jika dikemas dengan manajemen festival modern.
Secara sosiologis, kuatnya adat-istiadat di Mempawah Hulu ini sejalan dengan arah regulasi nasional.
Kecamatan ini mayoritas dihuni oleh suku Dayak Kanayatn, Dayak Bekati, Dayak Benyadu, sebagian kecil Melayu, serta Tionghoa.
Pengakuan terhadap living law atau hukum adat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru membuka peluang bagi kecamatan ini untuk menjadi model percontohan wilayah yang mampu mengawinkan kepastian hukum positif dengan kearifan lokal. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.