Peningkatan literasi keuangan, program investasi secara rutin, serta ekspansi jaringan distribusi menjadi pendorong utama pertumbuhan AUM dan investor Sucor AM pada kuartal I 2026
Jakarta (ANTARA) - PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) mencatat total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) sebesar Rp47,22 triliun hingga kuartal I 2026.
Jumlah investor aktif juga meningkat menjadi lebih dari 900 ribu investor, menjadikan Sucor AM sebagai salah satu manajer investasi dengan basis investor ritel terbesar di Indonesia.
Direktur Investasi Sucor AM Dimas Yusuf mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya literasi keuangan masyarakat, program investasi rutin, serta perluasan jaringan distribusi.
“Peningkatan literasi keuangan, program investasi secara rutin, serta ekspansi jaringan distribusi menjadi pendorong utama pertumbuhan AUM dan investor Sucor AM pada kuartal I 2026,” ujar Dimas dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dari sisi produk, reksa dana pasar uang menjadi salah satu kontributor utama kinerja perusahaan.
Di tengah kondisi pasar yang mendorong investor bersikap wait and see, instrumen pasar uang dinilai tetap menarik karena menawarkan risiko dan volatilitas yang relatif rendah serta menjaga likuiditas.
Sucorinvest Money Market Fund (SMMF) mencatatkan kinerja 4,78 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan Sucorinvest Sharia Money Market Fund (SSMMF) tumbuh 4,47 persen yoy per 8 Juni 2026.
"Tingginya minat investor terhadap SSMMF juga terlihat dari antusiasme pasar yang sempat membuat produk ini terjual habis, sehingga kami melakukan penambahan unit penyertaan untuk mengakomodasi kebutuhan investor,” tambah Dimas.
Adapun ke depan, Perusahaan akan memperkuat strategi investasi dan manajemen risiko dengan mencermati arah suku bunga, perkembangan ekonomi, serta kebijakan yang berpotensi memengaruhi pasar obligasi dan saham.
Untuk reksa dana saham, perusahaan akan fokus pada emiten dengan fundamental kuat dan valuasi menarik. Sementara pada reksa dana pendapatan tetap dan sukuk, Sucor AM menerapkan pengelolaan aktif melalui strategi manajemen durasi dan seleksi ketat terhadap penerbit obligasi yang memiliki fundamental solid, profil risiko terukur, dan likuiditas memadai.
Capaian tersebut sejalan dengan kinerja industri reksa dana nasional yang tetap tumbuh di tengah tantangan pasar keuangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp685,76 triliun hingga akhir Mei 2026, mencerminkan ketahanan industri dalam menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar.