SRIPOKU.COM - Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra mengungkap bahwa otak di balik percobaan penculikan terhadap GH (70) memiliki akses masuk ke kawasan permukiman yang dihuni korban.

Sebagai informasi, GH hampir saja diculik oleh seorang eksekutor yang disewa Chrysant Wijaya (31) pada 16 April 2026.

Korban yang sedang berolahraga di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, melakukan perlawanan sehingga penculikan yang sudah direncanakan itu gagal.

Meski demikian, korban dikabarkan menderita sejumlah luka dan trauma.

Baca juga: Percobaan Penculikan di Pantai Indah Kapuk, Pelaku Bertindak Nekat karena Cinta Tidak Direstui

"Saudara CW, tersangka ini, karena sempat memiliki hubungan baik dengan pihak korban, memiliki akses yang sudah lama," kata Agta, Selasa (16/6/2026), dikutip dari TribunJakarta.com.

Kawasan tempat kejadian perkara memang tidak mudah diakses orang luar tanpa izin atau akses khusus.

Oleh karena itu, kepemilikan akses masuk menjadi salah satu faktor yang memungkinkan pelaku leluasa memasuki kawasan tersebut.

"Kemudian pada saat melancarkan aksinya, yang bersangkutan menggunakan akses itu untuk bisa masuk ke kawasan PIK," ujar Agta.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap Chrysant Wijaya di kediamannya pada 5 Mei 2026.

Chrysant Wijaya diketahui berprofesi sebagai seorang trader.

Setelah penangkapan Chrysant, polisi kemudian menangkap eksekutor bernama Fajar pada 8 Juni 2026 di sebuah tempat kebugaran di apartemen kawasan PIK.

Fajar ditangkap polisi menjelang pernikahannya.

"Untuk pelaku FAP (Fajar) ini rencananya akan melaksanakan pernikahan tanggal 20 Juni ini. Ya, mungkin nanti kita tidak tahu. Tanggal 20 Juni ini rencananya dia akan melangsungkan pernikahan," kata Agta.

Atas perbuatannya, tersangka Chrysant dan Fajar dijerat Pasal 53 juncto Pasal 328 dan/atau Pasal 351 KUHP tentang percobaan penculikan dan/atau penganiayaan.

Mereka terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

Fajar diketahui merupakan seorang sekuriti atau petugas keamanan di sebuah tempat kebugaran.

Chrysant Wijaya dan Fajar saling mengenal di tempat kebugaran tersebut.

Fajar bersedia menerima tawaran dari Chrysant menjadi eksekutor penculikan terhadap GH karena dijanjikan satu unit mobil.

Dalam kasus yang berlatar belakang asmara ini, Chrysant nekat menculik GH setelah cintanya ditolak oleh putri korban.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.