TRIBUN-MEDAN.com - Viral pernikahan yang telah bertahan selama puluhan tahun berakhir dengan perceraian karena perdebatan soal memasak.

Pasangan suami istri tersebut dilaporkan memiliki perbedaan pandangan mengenai penggunaan bawang merah dan bawang putih dalam masakan.

Ternyata perbedaan pandangan tersebut berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang sulit diselesaikan.

Dilansir dari India Today, Minggu (14/6/2026) kejadian viral ini diketahui terjadi di India.

Perselisihan yang awalnya hanya terjadi di meja makan itu lambat laun merembet ke berbagai aspek kehidupan rumah tangga pasangan tersebut. 

Menurut laporan media, pasangan suami istri tersebut menikah pada tahun 2002 lalu.

Mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis. 

Selama bertahun-tahun, keduanya dikenal jarang terlibat pertengkaran besar karena selalu berusaha menyelesaikan masalah dengan cara damai.

Namun, sejak awal pernikahan sebenarnya sudah ada perbedaan mendasar yang mereka hadapi. 

Sang istri merupakan pengikut sekte Swaminarayan yang memegang teguh ajaran untuk menghindari konsumsi bawang merah dan bawang putih sebagai bagian dari praktik keagamaan.

Di sisi lain, sang suami dan ibunya tetap mengonsumsi kedua bahan makanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 

Perbedaan kebiasaan makan itu awalnya dianggap bukan masalah besar.

Seiring berjalannya waktu, pasangan tersebut mulai menjalani rutinitas memasak secara terpisah. 

Sang istri menyiapkan makanan sesuai keyakinannya, sementara suami dan ibu mertuanya memasak menu yang berbeda.

Meski terlihat sederhana, kebiasaan tersebut perlahan memunculkan ketegangan baru. 

Perbedaan yang awalnya hanya berkaitan dengan menu makanan berubah menjadi sumber pertengkaran yang terus berulang.

Konflik rumah tangga mereka semakin memburuk hingga akhirnya sang istri memilih meninggalkan rumah bersama anak mereka. 

Keputusan itu membuat hubungan keduanya semakin renggang.

Pada tahun 2013, sang suami mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. 

Ia menilai istrinya tidak bersedia berkompromi terkait kebiasaan makan yang menjadi sumber konflik. 

AhSelain itu, ia juga menuding sang istri melakukan penelantaran dan tindakan yang mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Namun, gugatan tersebut saat itu ditolak pengadilan, meminta keduanya untuk berdamai.

Hakim juga meminta keduanya agar mempertahankan rumah tangga yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.

Meski demikian, konflik ternyata tidak pernah benar-benar berakhir. 

Sang suami kembali mengajukan gugatan cerai pada bulan lalu.

Kasus tersebut kemudian berlanjut hingga ke Pengadilan Tinggi setelah sang istri mengajukan keberatan. 

Ia menilai suaminya telah membesar-besarkan persoalan terkait pantangan makanan yang dianutnya.

Sementara itu, sang suami tetap bersikukuh bahwa penggunaan bawang merah dan bawang putih menjadi sumber perselisihan yang terus-menerus terjadi dalam rumah tangga mereka. 

Ia mengaku telah berusaha mencari jalan tengah, termasuk dengan menyiapkan makanan tanpa kedua bahan tersebut untuk istrinya.

Dalam persidangan, terungkap pula bahwa ketegangan yang berkepanjangan sempat membuat sang suami mengajukan pengaduan ke kantor polisi wanita setempat.

Pada akhirnya, sang istri menyatakan tidak lagi menentang perceraian tersebut.

Sang suami pun sepakat untuk melunasi sisa kewajiban nafkah yang belum dibayarkan secara bertahap melalui pengadilan.

Dengan adanya kesepakatan dari kedua belah pihak, Pengadilan Tinggi akhirnya mengesahkan perceraian mereka. 

 

(cr19/tribun-medan.com)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.