TRIBUN-MEDAN.com - Pengusaha perjalanan wisata tidak cuma pusing terhadap kenaikan harga BBM tetai juga kenaikan tarif tol.
Pelaku usaha wisata di Lampung mengaku pusing dengan kondisi harga yang serba naik.
Jika kenaikan biaya masih dapat ditutupi melalui skema subsidi internal perusahaan, harga paket belum akan dinaikkan.
"Saat ini di bagian transportasi, biaya BBM naik, tol juga naik. Ini akan kami sesuaikan. Apabila dalam penghitungan budgeting dengan perhitungan lama masih bisa disubsidi, maka tidak ada kenaikan harga.
Namun jika sudah tidak dapat diupayakan, tentu kami juga akan menaikkan harga paket liburan," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Provinsi Lampung (Asita) Ahmad Al-Akhran.
Sektor pariwisata, khususnya biaya transportasi wisata diperkirakan akan terdampak seiring dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Baca juga: Gegara Penggunaan Bawang Merah dan Bawang Putih, Pernikahan Puluhan Tahun Pasutri ini Kandas
Baca juga: TEGA Anak di Pati Bakar Rumah Orangtuanya karena tak Diberi Uang, Sempat Ancam Sembelih Ayahnya
Terkait ini biro perjalanan masih melakukan penyesuaian dalam kalkulasi biaya paket wisata.
Alkhan mengatakan, kenaikan harga BBM hampir pasti memengaruhi operasional perjalanan wisata karena transportasi menjadi salah satu komponen utama dalam paket wisata.
"Sudah pasti ada dampaknya, khususnya di sektor transportasi. Kendaraan yang digunakan untuk mengantar wisatawan menuju destinasi wisata tentu akan terpengaruh dengan kenaikan harga BBM ini," kata Alkhan, Minggu (14/6/2026).
Meski demikian, Alkhan menilai minat masyarakat untuk berwisata ke Lampung masih cukup tinggi.
Bahkan, Provinsi Lampung saat ini dinilai menjadi salah satu alternatif tujuan wisata baru yang diminati wisatawan domestik.
"Untuk liburan dalam negeri, Lampung masih banyak permintaan. Lampung hari ini masih menjadi alternatif tujuan wisata baru," katanya.
Terkait dampak kenaikan harga Pertamax terhadap jumlah pemesanan paket wisata, Alkhan mengaku hingga saat ini belum terlihat adanya penurunan yang signifikan.
"Belum begitu terasa penurunannya, sebab masih banyak juga yang request paket melalui travel kami, Altourindo," ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi permintaan paket wisata sejauh ini masih berjalan normal meskipun harga BBM mengalami kenaikan cukup tinggi.
"Saat ini masih normal," pungkasnya.
(*/tribun-lampung.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.