Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Perputaran ekonomi selama pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung diperkirakan mencapai Rp 50 miliar hingga Rp 60 miliar. 

Baca juga: Modus Sewa-Gadai Kendaraan, Wanita Muda di Pesisir Barat Diduga Gelapkan Belasan Mobil dan Motor

Angka tersebut berasal dari aktivitas ribuan peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, mengatakan besarnya perputaran uang itu didorong oleh tingginya konsumsi peserta terhadap berbagai sektor jasa di daerah, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.

“Pelaksanaan Munas HIPMI XVIII di Lampung memberikan dampak ekonomi yang sangat positif. Ribuan peserta dari seluruh Indonesia hadir dan menggerakkan sektor hotel, transportasi, kuliner, UMKM, hingga destinasi wisata,” kata Gilang, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan, selain transaksi selama kegiatan, dampak ekonomi juga muncul dari aktivitas lanjutan peserta yang masih berada di Lampung setelah acara resmi berakhir.

Sejumlah peserta diketahui memperpanjang masa tinggal untuk menikmati wisata daerah, mencicipi kuliner khas Lampung, sekaligus memanfaatkan kesempatan menjajaki peluang usaha dan investasi.

“Kondisi ini menambah nilai ekonomi bagi daerah karena perputaran uang tidak berhenti saat acara selesai,” ujarnya.

Selain dampak langsung, Munas HIPMI juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi potensi investasi Lampung kepada para pengusaha muda dari seluruh Indonesia.

Gilang menyebut momentum tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkuat daya tarik sektor unggulan daerah, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri kreatif.

Di sisi lain, BPD HIPMI Lampung berharap kepemimpinan Ketua Umum BPP HIPMI terpilih, Ade Jona Prasetyo, dapat memperkuat program pengembangan pengusaha muda di berbagai daerah.

Menurut Gilang, penguatan akses pembiayaan, perluasan jaringan pasar, serta peningkatan kapasitas UMKM menjadi kunci dalam menciptakan pengusaha muda yang lebih kompetitif.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara HIPMI pusat dan daerah untuk mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha baru yang mampu membuka lapangan kerja.

“Sinergi yang kuat akan mempercepat lahirnya pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.