TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Sebagian besar penghuni bangunan di Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang tidak berada di lokasi dan tengah bekerja saat api membakar puluhan petak rumah mereka pada Jumat (12/6/2026) sore.
Alhasil, mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dan hanya tersisa pakaian yang dikenakan di badan.
Kebakaran dilaporkan pertama kali sekitar pukul 16.32 WIB. Menyadari adanya bahaya besar, warga setempat langsung bergerak cepat menghubungi pihak pemadam kebakaran demi meminimalisir dampak yang lebih luas.
Baca juga: 5 Fakta Kebakaran di Kampung Jao Dalam Padang yang Hanguskan 34 Bangunan
Salah satu yang menjadi korban atas kejadiaan naas ini adalah Nasrul (61). Ia merupakan seorang pedagang jilbab di Pasar Raya Padang, saat kebakaran ia sedang berjualan.
Api tak hanya melahap rumahnya, belasan kamar kos milik Nasrul yang selama ini menjadi tempat tinggal para pekerja pasar juga ikut hangus terbakar.
"Waktu kebakaran, anak-anak kos sedang bekerja. Mereka tidak ada di kamar, jadi tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya," katanya.
Nasrul menceritakan detik-detik kebakaran menghanguskan rumahnya dan puluhan bangunan lain. Kata dia, api berasal dari belakang rumahnya yang disaksikan oleh sang anak.
Tak berlangsung lama, si jago merah merambat cepat ke bangunan lain akibat angin yang bertiup kencang.
Dengan sigap, sang anak langsung turun ke lantai satu untuk menyelamatkan istri dan anaknya keluar rumah.
"Anak saya sempat melihat ke atas dan tampak api berasal dari belakang rumah. Dia langsung turun ke lantai satu untuk menyelamatkan istri dan anaknya keluar rumah," katanya kepada TribunPadang.com, Sabtu (13/6/2026).
Namun upaya penyelamatan itu harus berpacu dengan ganasnya kobaran api yang terus membesar.
Baca juga: Korban Kebakaran Kampung Jao Dalam Hanya Punya Baju di Badan, RT Minta Bantuan Pakaian Layak
Angin yang bertiup cukup kencang membuat si jago merah dengan cepat menjalar ke berbagai bagian bangunan.
"Karena anginnya kencang, api cepat membesar. Rumah dan kamar-kamar kos langsung terbakar," ujar pria berumur 61 tahun itu.
Musibah yang menimpa Nasrul merupakan bagian dari kebakaran besar yang melanda kawasan Kampung Jao Dalam, RT 002/RW 005, Kelurahan Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat, Jumat sore.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 16.32 WIB.
Petugas kemudian bergerak satu menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi pukul 16.40 WIB.
Sebanyak 10 unit armada dan sekitar 100 personel diterjunkan untuk memadamkan api yang membakar rumah tinggal, rumah petak, hingga gudang penyimpanan suku cadang kendaraan roda dua.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api pada pukul 17.49 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, dua unit rumah dan 32 pintu rumah petak mengalami kerusakan berat. Sebanyak 38 jiwa kehilangan tempat tinggal, sementara kerugian materi ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
Bagi Nasrul, angka kerugian itu mungkin hanya deretan data. Sebab yang paling berat adalah melihat tempat yang selama ini menjadi rumah bagi keluarganya dan puluhan penghuni kos berubah menjadi puing dalam hitungan menit.
Banyak dari mereka hanya memiliki pakaian yang melekat di badan ketika mendapat kabar tempat tinggalnya terbakar.
"Anak-anak kos sekarang banyak yang menumpang di rumah teman atau keluarga yang dekat sini. Mereka panik karena tidak punya pakaian gantian. Barang-barangnya habis terbakar," ujar Nasrul.
Tak hanya tempat tinggal yang hilang, kebakaran juga menghanguskan tiga unit sepeda motor.
Satu motor milik anak Nasrul, sementara dua lainnya milik penghuni kos.
"Itu motor anak saya satu, dua lagi milik anak kos. Semuanya terbakar," katanya.
Di tengah kehilangan yang begitu besar, Nasrul masih berusaha tegar.
Ia sadar proses untuk bangkit kembali tidak akan mudah. Namun sebagai kepala keluarga, ia memilih menyimpan harapan di tengah puing-puing yang tersisa.
Dengan mata yang sesekali memandang reruntuhan bangunan, Nasrul mengaku hanya ingin rumahnya kembali bisa ditempati.
"Harapan saya mudah-mudahan tempat tinggal ini bisa pulih kembali. Walaupun tidak seperti semula, sekurang-kurangnya bisa ditempati lagi," ucapnya.
Namun di balik arang dan sisa bangunan yang menghitam, masih ada harapan yang ia genggam. Harapan sederhana untuk kembali memiliki tempat berteduh dan memulai hidup dari awal. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.