Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif mengapresiasi keberadaan platform digital yang pada masa kini dapat memperluas akses pasar pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.


Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, mengatakan pada era transformasi digital yang berkembang sangat pesat dan tidak hanya berlaku sebagai sarana komunikasi dan hiburan.


"Tetapi, juga telah menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia," kata Irene.



Platform digital mengambil peran yang signifikan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif dan mendukung perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah UMKM serta merek lokal.






Keberadaan platform digital membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal dalam memahami strategi pemasaran digital yang interaktif serta membangun identitas merek yang kuat dan berdaya saing global.


Menurut Irene, pelaku usaha ekraf perlu memiliki ambisi untuk tidak hanya menjadi raja di negara sendiri, namun, juga melebarkan sayap ke seluruh dunia.


"Mari kita setop melirik hanya 280 juta pasar, tapi kita melirik 8 miliar pasar yang ada di luar," kata Wamenekraf Irene.


Platform digital, menurut dia, bisa menjadi landasan peluncuran pelaku ekraf ke panggung global. Irene juga meyakini para pelaku ekraf sudah siap.


Wamenekraf Irene melihat saat ini sebuah usaha tidak harus memiliki toko fisik yang besar untuk dikenal luas oleh masyarakat. Kunci utamanya terletak pada kombinasi ide kreatif, narasi cerita yang autentik, serta pemanfaatan platform digital yang tepat.






Dengan strategi modern tersebut, sebuah merek lokal kini memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjangkau pasar yang jauh lebih luas.


Irene Umar juga mengapresiasi penyelenggaraan festival kecantikan TikTok ForYourBeauty yang mempertemukan puluhan jenama lokal dan internasional melalui pameran produk, aktivitas merek dan sesi edukasi.