TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU – Ketika demam Piala Dunia 2026 menyapu berbagai penjuru negeri, ratusan kafe berlomba-lomba menarik perhatian anak muda dengan layar lebar, dekorasi kekinian, hingga promo nonton bareng.

Namun di Kabupaten Barru, ada satu kafe yang memilih jalur berbeda.

Alih-alih membidik kalangan milenial dan Gen Z, Pendopo Cafe justru membuka pintunya lebar-lebar untuk generasi yang selama ini jarang menjadi sasaran tempat nongkrong, yakni para orang tua dari Gen X dan Baby Boomers.

Baby Boomers merupakan kelahiran 1946 hingga 1964.

Sedangkan Gen X kelahiran 1965 hingga 1979.

Berada di Jalan Pahlawan, Kelurahan Mengempang, Kecamatan Barru, Pendopo Cafe hadir dengan konsep sederhana namun hangat.

Tempat ini menawarkan pengalaman menonton Piala Dunia yang nyaman bagi mereka yang ingin menikmati pertandingan tanpa hiruk-pikuk kafe modern.

Pemilik Pendopo Cafe, Ibo, mengatakan ide tersebut muncul karena melihat banyaknya kafe yang hanya menyasar anak muda.

Menurutnya, para orang tua juga membutuhkan ruang berkumpul yang nyaman untuk menikmati pesta sepak bola empat tahunan itu.

"Banyak kafe untuk milenial. Akibatnya generasi kolonial seperti tersingkir. Nah, Pendopo Cafe hadir khusus untuk generasi kolonial ini, termasuk untuk nobar Piala Dunia 2026," ujar Ibo kepada Tribun-Timur.com, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Ribuan Pengguna Parabola di Bulukumba dan Sinjai Gigit Jari, Gagal Nonton Piala Dunia 2026

Suasana menjadi daya tarik utama Pendopo Cafe.

Lokasinya tersembunyi di tepi jalur rel kereta api, dikelilingi area perkebunan yang hijau dan rindang. Jauh dari kebisingan pusat kota, pengunjung disambut hembusan angin sejuk yang membuat suasana terasa santai.

Bagi sebagian orang, tempat ini bukan sekadar lokasi menonton pertandingan. Pendopo Cafe menghadirkan ruang untuk bernostalgia, berbincang santai, sekaligus menikmati malam panjang bersama teman-teman sebaya.

Konsep hidden gem yang diusung membuat pengalaman nongkrong terasa berbeda. Tidak ada musik yang memekakkan telinga ataupun keramaian berlebihan. Yang terdengar hanya obrolan hangat, sesekali suara kereta melintas, dan sorak-sorai saat gol tercipta di layar televisi.

Tak hanya suasana, menu yang disajikan pun disesuaikan dengan selera generasi senior.

Pendopo Cafe sengaja menghadirkan sajian yang lebih ramah bagi kesehatan. Salah satu menu andalannya adalah sarabba, minuman tradisional khas Sulawesi Selatan berbahan jahe dan rempah-rempah yang cocok menemani penonton begadang menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

"Menu yang disediakan juga sangat ramah untuk generasi kolonial. Salah satu menu andalan kami adalah sarabba," kata Ibo.

Ia bahkan telah menyiapkan inovasi baru agar para pelanggan semakin betah.

"Kedepannya, kami juga sedang menyiapkan menu jamu-jamuan," ujarnya.

Di tengah maraknya kafe dengan konsep modern, Pendopo Cafe memilih menghadirkan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar tempat nobar, melainkan ruang berkumpul yang membuat generasi senior tetap memiliki tempat menikmati kemeriahan Piala Dunia 2026 bersama teman-teman seusianya. (*)

 

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.