Beijing (ANTARA) - Dosen bahasa Indonesia di Beijing Foreign Studies University (BFSU) Hendy Yuniarto memperkenalkan keris sebagai warisan budaya takbenda Indonesia kepada mahasiswa China melalui kuliah budaya di kampus tersebut.
"Meski keris merupakan benda yang bisa disentuh, tetapi UNESCO memasukkan keris ke dalam daftar warisan budaya takbenda. Kenapa? Karena keris bukan hanya objek, melainkan juga keterampilan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya," kata Hendy dalam perkuliahan yang diikuti 15 peserta pada Rabu (10/6).
Dalam diskusi yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut, Hendy memperlihatkan dua bilah keris, salah satunya bergaya Majapahit yang didominasi warna emas dan ukiran berbentuk naga di sepanjang bilahnya.
Selain mendengar paparan, peserta berkesempatan melihat dan menyentuh keris secara langsung.
"Tangguh atau gaya khas keris dari suatu periode atau tempat tertentu memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan banyak dicari oleh para pecinta keris. Keris bergaya Majapahit pada umumnya bernilai tinggi karena kemasyhuran kerajaan Majapahit," kata Hendy.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keris muncul di sejumlah relief yang terpahat di dinding Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang menunjukkan bahwa keris sudah dikenal oleh bangsa Indonesia, khususnya di Jawa, sejak sekitar 1.500 tahun lalu.
Sejumlah naskah Jawa kuno seperti Kakawin Arjunawiwaha dan Kakawin Sumanasantaka juga menyebut keris yang digunakan sebagai senjata.
Tidak hanya muncul di catatan sejarah Nusantara, keris juga disebut di sejumlah catatan dari penjelajah asing, termasuk dari China.
Menurut Hendy, keris muncul dalam naskah berjudul "Yingya Shenglan" yang ditulis oleh Ma Huan pada abad ke-15 yang mencatat perjalanan laut Laksamana Cheng Ho yang singgah di berbagai benua, termasuk beberapa wilayah di Nusantara.
Naskah tersebut menyebut keris sebagai "bu la tou" atau belati yang dipakai oleh masyarakat Jawa pada masa Kerajaan Majapahit.
Disebutkan pula, laki-laki dari umur tiga tahun hingga orang tua menyelipkan keris yang dibuat dari baja dengan hiasan rumit.
"Gagangnya disebut terbuat dari emas, cula badak, atau gading yang dipahat menyerupai manusia atau makhluk gaib dengan pahatan yang sangat indah dan menunjukkan keterampilan yang tinggi," kata Hendy.
Keris juga masuk dalam beberapa budaya populer melalui film dan permainan yang menargetkan pasar internasional.
"Pedang yang digunakan oleh Raya di film 'Raya' dari Disney terinspirasi dari keris. Selain itu, keris juga dipakai sebagai salah satu senjata yang digunakan oleh karakter utama dalam permainan Diablo 2," kata Hendy, yang telah mengajar bahasa Indonesia di China selama 10 tahun.
Dalam paparan penutupnya, ia menjelaskan fungsi keris dalam masyarakat Jawa, mulai dari pusaka, senjata, identitas budaya, simbol kewibawaan dan kekuasaan, penanda status sosial, hingga sarana yang mengandung nilai spiritual dan filosofis.
Dalam sesi diskusi, salah satu mahasiswa dari China yang pernah melakukan riset lapangan di Luwu, Sulawesi Selatan, menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan keris di berbagai daerah di Indonesia dan menyebut bahwa saat ini mulai muncul pembuat keris (mpu) perempuan di Pulau Madura.